Pencarian

Blue Fire Papandayan Muncul Lagi, Badan Geologi Ingatkan Gas Beracun

Senin, 28 September 2026 • 11:21:01 WIB
Blue Fire Papandayan Muncul Lagi, Badan Geologi Ingatkan Gas Beracun
Fenomena blue fire kembali terlihat di Kawah Manuk, Gunung Papandayan, pada 24 September 2026 dini hari.

SPIRITBANGSA.COM — Fenomena blue fire kembali terlihat di Kawah Manuk, kawasan Gunung Papandayan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 24 September 2026 dini hari. Badan Geologi Kementerian ESDM memastikan pendaran api biru itu sudah padam, tetapi pelepasan gas vulkanik beracun di sekitar kawah masih berlangsung. Wisatawan yang berencana mendaki ke area ini diminta memperhatikan empat rekomendasi keselamatan yang baru diterbitkan.

Kemunculan cahaya biru di Kawah Manuk menjadi perhatian tim tanggap darurat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Hasil pemantauan menunjukkan pendaran api biru dipicu pelepasan energi panas bertemperatur tinggi yang membakar material permukaan kawah, lalu menyisakan serbuk abu dari proses pembakaran tersebut.

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyatakan aktivitas termal di lokasi memang menurun, namun kondisi gas di sekitarnya belum aman.

"Meskipun aktivitas termal menurun, kondisi gas di sekitar lokasi masih menunjukkan pelepasan gas vulkanik yang signifikan. Bau sulfur yang menyengat masih tercium pada arah angin dari lokasi manifestasi, sehingga keberadaan gas di sekitar lokasi masih berpotensi berdampak pada kesehatan apabila terpapar secara langsung," kata Lana dalam laporan evaluasi Badan Geologi dikutip dari Antara, Senin (28/9/2026).

Fenomena Langka yang Baru Tercatat Tiga Kali

Blue fire di Gunung Papandayan tergolong peristiwa langka. Sebelumnya fenomena serupa hanya tercatat dua kali, yakni 22 Februari 2023 dan 12 Juli 2025, di dinding kawah baru. Fenomena identik juga dikenal di Gunung Ijen, Jawa Timur.

Yang membedakan kemunculan kali ini adalah lokasinya. Titik manifestasi panas baru di Kawah Manuk berada sangat dekat dengan jalur pendakian utama dan area perkemahan wisatawan. Jarak yang rapat inilah yang membuat Badan Geologi menuntut kewaspadaan ekstra dari pendaki maupun pengelola.

Meski begitu, tingkat aktivitas Gunung Papandayan masih dipertahankan pada Level I (Normal).

Empat Rekomendasi Keselamatan bagi Pendaki

Badan Geologi menerbitkan empat poin rekomendasi utama yang wajib dipatuhi pengunjung dan pengelola Taman Wisata Alam Gunung Papandayan:

  • Dilarang keras beraktivitas atau menginap di dalam kawasan bukaan kawah aktif, meliputi Kawah Baru, Kawah Emas, Kawah Nangklak, serta Kawah Manuk/Balagadama, dalam radius 500 meter. Larangan ini berlaku khususnya saat cuaca mendung atau hujan.
  • Mewaspadai konsentrasi gas beracun yang bisa meningkat mendadak mengikuti arah angin.
  • Mewaspadai potensi letusan phreatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului gejala vulkanik yang jelas.
  • Mewaspadai ancaman tanah longsor pada dinding kawah di sekitar kompleks kawah aktif.

Badan Geologi mengimbau pengelola TWA Gunung Papandayan menerapkan jarak aman sesuai rekomendasi tersebut. Tujuannya menjamin keselamatan pendaki dan mencegah aktivitas di area rawan gas beracun.

Pantau Informasi Resmi Sebelum Mendaki

Masyarakat dan wisatawan dapat memantau perkembangan evaluasi aktivitas vulkanik terkini melalui saluran resmi PVMBG dan portal magma.esdm.go.id. Informasi dari kanal ini menjadi acuan sebelum merencanakan pendakian ke kawasan Gunung Papandayan.

Bagi traveler yang tetap ingin menikmati Papandayan, pertimbangkan untuk menunda kunjungan ke area kawah aktif sampai kondisi gas benar-benar menurun. Selalu cek arah angin sebelum beraktivitas dan segera menjauh jika mencium bau sulfur menyengat.

Sumber: travel.detik.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks