Pencarian

Perempuan di Sekitar PLTS Cirata Dibekali Usaha hingga Biogas

Jumat, 25 September 2026 • 08:01:31 WIB
Perempuan di Sekitar PLTS Cirata Dibekali Usaha hingga Biogas
Perempuan di Kecamatan Maniis mengikuti program penguatan kapasitas di tengah proyek PLTS Terapung Cirata.

SPIRITBANGSA.COM — Program PW4JET melibatkan perempuan di empat desa Kecamatan Maniis, Purwakarta, untuk mengembangkan keterampilan dan usaha di tengah proyek PLTS Terapung Cirata. Pelibatan ini dinilai penting agar transisi energi tidak hanya menguntungkan secara teknologi, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Cirata selama ini identik dengan panel surya dan produksi listrik. Namun, di Kecamatan Maniis, Kabupaten Purwakarta, ada persoalan lain yang ikut dibahas: bagaimana warga sekitar, terutama perempuan, bisa ikut merasakan manfaat dari proyek energi bersih tersebut.

Upaya itu menjadi topik utama dalam Forum Multipihak bertajuk "Membangun Transisi Energi yang Inklusif dan Responsif Gender di Wilayah PLTS Terapung Cirata". Forum ini digelar pada 23 September 2026 di Aula Janaka, Sekretariat Daerah Kabupaten Purwakarta.

Pelatihan hingga Pemanfaatan Eceng Gondok

Perempuan di sekitar PLTS Cirata disiapkan menghadapi transisi energi lewat sejumlah program penguatan kapasitas. Mulai dari pelatihan cerdas iklim, pengolahan eceng gondok menjadi silase dan kompos, pengenalan teknologi biogas, hingga penguatan kepemimpinan.

Program PW4JET (Pro Women for Just Energy Transition) yang dijalankan Rumah Energi dengan dukungan Ford Foundation menyasar empat desa di Kecamatan Maniis. Keempatnya adalah Citamiang, Sinargalih, Tegal Datar, dan Pasir Jambu.

Selain pelatihan teknis, program ini juga menghubungkan masyarakat dengan berbagai sumber pendanaan. Mulai dari program pemerintah, tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, pembiayaan, hingga peluang ekonomi lain yang tersedia di wilayah tersebut.

Perempuan Kepala Keluarga Jadi Perhatian Khusus

Kelompok Perempuan Kepala Keluarga (PEKA) mendapat perhatian khusus dalam program ini. Posisi mereka dinilai penting karena pemberdayaan perempuan tidak sekadar soal pelatihan, melainkan penguatan kapasitas ekonomi dan partisipasi dalam perubahan di wilayahnya.

Project Manager PW4JET, Gustina, menegaskan teknologi saja tidak cukup untuk memastikan transisi energi berjalan adil. Menurut dia, aspek sosial dan ketimpangan gender harus ikut diperhitungkan.

"Transisi energi tidak akan tercapai jika kita hanya bicara soal teknologi, tanpa melihat aspek sosial dan ketimpangan gender yang ada di sekitarnya," ujar Gustina melalui catatan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Kamis, 24 September 2026.

Gustina menambahkan, PW4JET ingin menempatkan perempuan sebagai aktor utama, bukan penerima manfaat pasif. Perempuan diharapkan memiliki akses, kontrol, dan porsi manfaat yang setara dari pembangunan energi di wilayah mereka.

Mengapa Pelibatan Warga Penting

Kehadiran PLTS Terapung Cirata membuat pembicaraan soal energi terbarukan tidak lagi berhenti pada persoalan teknis. Ada masyarakat yang hidup, bekerja, dan membangun penghidupan di sekitar proyek tersebut.

Transisi energi punya dimensi lebih luas. Perubahan menuju energi yang lebih bersih perlu mempertimbangkan siapa yang mendapat akses terhadap pengetahuan, keterampilan, modal, dan peluang ekonomi yang muncul di sekitarnya.

Forum multipihak ini menjadi ruang bagi berbagai pihak untuk membahas bagaimana transisi energi bisa berjalan inklusif. Tidak hanya bagi proyeknya, tetapi juga bagi warga yang tinggal di sekelilingnya.

Penutup: Bagi warga Kecamatan Maniis, transisi energi kini bukan sekadar soal listrik dari panel surya. Ada keterampilan baru, usaha yang tumbuh, dan peran perempuan yang mulai diperhitungkan dalam pengambilan keputusan di wilayahnya.

Sumber: akurat.co

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks