Harga BBM Pertamina 30 September 2026: Pertamax Rp15.950, Pertalite Tetap Rp10.000
SPIRITBANGSA.COM — Harga bahan bakar minyak Pertamina per 30 September 2026 tidak mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir pada 2 September 2026. Pertamax masih dibanderol Rp15.950 per liter di wilayah Jawa, sementara Pertalite bertahan di Rp10.000 per liter. Pertamax Green 95 juga stagnan di Rp19.150 per liter, begitu pula Biosolar subsidi yang tetap Rp6.800 per liter.
PT Pertamina (Persero) belum mengumumkan penyesuaian harga baru untuk seluruh produk bahan bakar minyaknya hingga akhir September 2026. Seluruh jenis BBM yang dijual perseroan masih mengacu pada penetapan harga 2 September 2026, atau hampir sebulan tanpa perubahan.
Kondisi ini memberi ruang bagi konsumen untuk tidak khawatir soal kenaikan harga dalam waktu dekat. Namun perlu dicatat, harga antarwilayah bisa berbeda mengikuti biaya distribusi setempat.
Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa per 30 September 2026
Untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, berikut rincian harga yang berlaku:
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter
Harga di Bali, NTB, dan NTT
Wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur memiliki struktur harga yang mirip dengan Pulau Jawa untuk sebagian besar produk. Khusus NTT, tersedia Biosolar Non-Subsidi seharga Rp23.600 per liter.
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Pertashop: Rp15.850 per liter
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Biosolar Subsidi: Rp6.800 per liter
Harga di Sumatera dan Wilayah FTZ
Sejumlah provinsi di Sumatera menetapkan harga Pertamax di level Rp16.300 per liter, lebih tinggi dari Jawa. Wilayah Free Trade Zone (FTZ) Sabang dan Batam justru menawarkan harga lebih murah karena perlakuan fiskal khusus.
- Aceh: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- FTZ Sabang: Pertamax Rp14.950, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Sumatera Utara: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau: Pertamax Rp16.650, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Lampung: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- FTZ Batam: Pertamax Rp15.150, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
Harga di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua
Wilayah timur Indonesia umumnya menetapkan harga Pertamax di Rp16.300 per liter, kecuali Kalimantan Utara yang mencapai Rp16.650 per liter. Harga Pertalite dan Biosolar subsidi relatif seragam di seluruh wilayah.
- Kalimantan Barat, Tengah, Selatan, Timur: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Kalimantan Utara: Pertamax Rp16.650, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Seluruh Sulawesi: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Maluku dan Maluku Utara: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Papua: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Papua Barat: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000, Biosolar Rp6.800 per liter
- Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah: Pertamax Rp16.300, Pertalite Rp10.000 per liter
Faktor yang Membuat Harga Antarwilayah Berbeda
Perbedaan harga BBM Pertamina di tiap daerah dipengaruhi biaya distribusi, jarak dari kilang, dan kebijakan fiskal setempat. Wilayah kepulauan dan terpencil umumnya menanggung ongkos logistik lebih tinggi.
Kebijakan harga tunggal untuk BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar membuat keduanya relatif seragam di seluruh Indonesia. Sementara produk non-subsidi seperti Pertamax Turbo dan Pertamina Dex lebih bervariasi antarwilayah.