Penjualan Toyota 2026: Hibrida Naik 86%, Model Bensin Menyusut

Penjualan wholesales Toyota di Indonesia Januari-Agustus 2026 mencapai 175.932 unit atau naik 9,2 persen secara tahunan.
Penulis: Rendra
Rabu, 30 September 2026 | 11:02:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Penjualan wholesales Toyota di Indonesia sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 175.932 unit, naik 9,2 persen dari periode sama tahun lalu. Tapi pertumbuhan itu tidak merata: model elektrifikasi Toyota dan Lexus melonjak 86 persen, sementara perhitungan data menunjukkan penjualan kendaraan mesin konvensional justru menyusut. Ini sinyal pergeseran lini produk yang perlu dicermati calon pembeli Toyota tahun ini.

PT Toyota-Astra Motor mencatat penjualan dari pabrik ke diler sebesar 175.932 unit pada Januari-Agustus 2026. Angka itu naik 9,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu yang tercatat 161.080 unit. Pertumbuhan ini tidak datang dari semua lini.

Kontribusi xEV Naik dari 12,8 Persen ke 21,9 Persen

Kendaraan elektrifikasi (xEV) Toyota dan Lexus mencatat penjualan 38.769 unit pada periode yang sama. Jumlah itu melonjak 86 persen dari 20.850 unit pada Januari-Agustus tahun sebelumnya.

Porsi xEV terhadap total penjualan naik signifikan, dari 12,8 persen menjadi 21,9 persen. Artinya, hampir satu dari lima unit Toyota yang keluar dari pabrik kini berteknologi elektrifikasi.

Tambahan xEV Lampaui Total Pertumbuhan Penjualan

Ada angka yang menarik untuk dicermati. Tambahan penjualan xEV sebanyak 17.919 unit justru melampaui total pertumbuhan penjualan Toyota yang hanya 14.852 unit.

Selisih itu mengindikasikan penjualan model bermesin konvensional mengalami penyusutan. Dengan kata lain, kenaikan total penjualan Toyota sepenuhnya disumbang lini elektrifikasi, sementara model bensin dan diesel mencatat penurunan.

Kuartal I Turun, Kuartal II Melonjak 34 Persen

Kinerja penjualan Toyota per kuartal bergerak fluktuatif. Pada kuartal I 2026, penjualan turun 12,1 persen menjadi 60.584 unit dari 68.955 unit di periode yang sama tahun lalu.

Kuartal II berbalik arah. Penjualan naik 34 persen menjadi 73.348 unit, dibanding 54.892 unit pada kuartal II tahun sebelumnya.

Pada Juli-Agustus 2026, penjualan tercatat 42.000 unit atau naik 13 persen dari 37.233 unit. Rata-rata penjualan bulanan di periode ini sekitar 21.000 unit.

Rata-Rata Bulanan Juli-Agustus di Bawah Kuartal II

Jika dibandingkan antar periode, rata-rata penjualan bulanan Juli-Agustus berada di atas kuartal I yang sebesar 20.195 unit. Namun angka itu masih di bawah kuartal II yang mencapai 24.449 unit per bulan.

Pola ini menunjukkan laju penjualan Toyota belum sepenuhnya stabil sepanjang 2026. Kuartal II menjadi puncak, sementara kuartal I dan periode Juli-Agustus bergerak di level lebih rendah.

Yang Perlu Diperhatikan Calon Pembeli

Data ini memberi gambaran arah lini produk Toyota di Indonesia. Dominasi pertumbuhan dari xEV menandakan Toyota makin agresif mendorong model hibrida dan elektrifikasi ke pasar.

  • Porsi xEV naik dari 12,8 persen ke 21,9 persen dalam setahun
  • Penjualan model konvensional diperkirakan menyusut berdasarkan perhitungan data
  • Pertumbuhan total 9,2 persen sepenuhnya ditopang lini elektrifikasi
  • Kinerja per kuartal belum konsisten, dengan kuartal II sebagai puncak

Bagi yang berencana membeli Toyota tahun ini, tren ini bisa jadi pertimbangan soal ketersediaan varian, dukungan layanan purna jual untuk model hibrida, hingga nilai jual kembali di masa depan. Belum ada keterangan resmi dari Toyota soal proyeksi penjualan hingga akhir 2026.

Reporter: Rendra