Sadar Kalah Kelas, Kapten Bangladesh Tetap Bidik Poin di GBK

Kapten Bangladesh Jamal Bhuyan mengakui kualitas Timnas Indonesia menjelang laga Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Penulis: Rendra
Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:01:31 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Kapten Bangladesh Jamal Bhuyan mengakui timnya kalah kualitas dari Timnas Indonesia menjelang laga pemungkas Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Kamis (1/10) malam. Meski menyadari beratnya tantangan, gelandang 36 tahun itu menegaskan Bangladesh tidak akan menyerah sebelum peluit panjang berbunyi.

Jamal menyoroti transformasi besar skuad Garuda yang kini dihuni deretan pemain berkarier di liga-liga top Eropa. Menurutnya, perbedaan kualitas itu membuat pertandingan nanti jauh lebih berat dibanding pertemuan terakhir kedua tim.

"Kami pernah bertanding melawan Indonesia pada 2022. Saat itu saya ikut bermain dan kami meraih hasil imbang. Namun, kami tahu sekarang mereka tim yang sama sekali berbeda," ujar Jamal, Rabu (29/9).

Lima Liga Top Eropa Jadi Alasan Bangladesh Waspada

Jamal menilai kekuatan Indonesia tak lepas dari komposisi pemain yang kini tersebar di lima liga top Eropa. Ia menyebut kualitas individu pemain Merah Putih sebagai faktor utama yang membuat laga nanti berjalan berat bagi Bangladesh.

"Indonesia memiliki pemain-pemain yang sangat tangguh, dan sebagian besar dari mereka bermain di lima liga top Eropa. Jadi, kami sadar ini akan menjadi pertandingan yang sangat berat," katanya.

Analisis Video dan Fokus pada Dua Penyerang Tajam

Guna meredam gempuran tuan rumah, Jamal mengungkap tim pelatih telah membedah peta kekuatan dan kelemahan Indonesia melalui analisis video. Sektor pertahanan, skema bola mati, dan pemanfaatan kecepatan pemain menjadi perhatian utama yang diasah dalam sesi latihan terakhir.

Bangladesh juga memberi perhatian khusus pada dua penyerang Indonesia, Ole Romeny dan Mitchell Baker. Keduanya dinilai sebagai ancaman serius di lini depan.

"Kami juga memantau dua penyerang [Ole Romeny dan Mitchell Baker]. Mereka penyerang yang sangat tajam. Sebagian besar waktu kami gunakan untuk membahas hal tersebut," ucap pemain 36 tahun itu.

Disiplin Sepanjang Laga Jadi Syarat Bangladesh Ciptakan Kejutan

Kendati Indonesia berambisi mencetak banyak gol demi mengamankan tiket ke babak final, Jamal memastikan Bangladesh tidak akan menyerah sebelum peluit panjang berbunyi. Ia optimistis kejutan bisa terjadi di atas lapangan.

Syaratnya, seluruh pemain Bangladesh mampu tampil disiplin sepanjang laga. Kesalahan sedikit saja bisa berakibat kebobolan.

"Dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi. Kami berharap bisa menampilkan permainan yang solid. Jika kami menang, itu luar biasa. Jika kami meraih hasil imbang, itu juga hasil yang bagus."

"Yang terpenting, kami ingin menyuguhkan performa yang membanggakan kepada para penggemar, karena saya rasa kami berutang penampilan terbaik kepada mereka," kata Jamal menjelaskan.

Reporter: Rendra