Juara ASEAN Cup 2026, Erick Thohir Akui Timnas Indonesia Masih Punya Celah

Timnas Indonesia mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Penulis: Wahyu
Rabu, 07 Oktober 2026 | 08:01:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Timnas Indonesia menutup FIFA ASEAN Cup 2026 dengan trofi juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti 4-2 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026). Gelar itu tak lantas membuat PSSI berpuas diri. Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyatakan evaluasi menyeluruh tetap dijalankan bersama pelatih John Herdman demi menghadapi Piala Asia 2027.

Kemenangan atas Thailand memang memastikan Indonesia pulang sebagai juara. Namun bagi Erick Thohir, laga final yang berakhir imbang 2-2 hingga 120 menit itu justru memperlihatkan sejumlah pekerjaan rumah yang belum tuntas. Ia menyebut evaluasi akan menyasar titik-titik kelemahan yang muncul selama perjalanan Skuad Garuda di turnamen tersebut.

"Ya, banyak, nanti saya sama coach. Ada banyak," ujar Erick Thohir, mengisyaratkan daftar perbaikan yang akan dibahas bersama Herdman.

Fokus pembenahan itu diarahkan langsung ke persiapan Piala Asia 2027. Menurut Erick, kualitas lawan di level Asia jauh berbeda dari kompetisi kawasan, sehingga tim tidak bisa bertumpu pada modal gelar juara saja.

Jalan Juara yang Tidak Mulus

Perjalanan Indonesia menuju trofi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Pada laga terakhir Grup A melawan Bangladesh, Skuad Garuda menang telak 9-2. Skor itu terlihat meyakinkan, tetapi Erick menilai pertandingan tersebut tetap menyimpan tingkat kesulitan tersendiri bagi pemain dan pelatih.

Ujian paling berat datang di partai puncak. Thailand mampu memberi perlawanan ketat meski harus bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81. Indonesia belum bisa memastikan kemenangan hingga waktu normal dan tambahan waktu usai, sehingga juara harus ditentukan lewat adu penalti.

"Kami harus akui Thailand tim yang sangat bagus, saya apresiasi perjuangan pemain sampai detik terakhir, dua laga yang tidak mudah, 9-2 tidak mudah, ini juga 2-2, tidak mudah," kata Erick.

Pelajaran untuk Piala Asia dan Piala Dunia

Bagi Erick, dua laga tersebut menjadi bahan evaluasi penting sebelum Timnas Indonesia menghadapi persaingan di level Asia. Ia mengingatkan tantangan Skuad Garuda akan jauh lebih berat jika ingin bersaing di turnamen yang lebih tinggi, termasuk dalam upaya mencapai target tampil di Piala Dunia.

"Ini pelajaran bagus untuk semua pemain dan pelatih, kalau memang kita mau masuk Piala Dunia, kita harus serius mempersiapkan dan tantangannya sangat berat," ujarnya.

Evaluasi Tetap Jalan Meski Sudah Juara

Sikap PSSI menunjukkan gelar juara tidak dijadikan alasan untuk berhenti membenahi tim. Evaluasi bersama Herdman akan menentukan langkah apa saja yang perlu diambil sebelum Timnas Indonesia kembali berlaga di ajang yang lebih menantang.

Bagi publik sepak bola nasional, trofi ASEAN Cup 2026 menjadi modal berharga sekaligus pengingat bahwa jarak menuju level Asia dan dunia masih harus ditempuh dengan persiapan serius.

Reporter: Wahyu