SPIRITBANGSA.COM — Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menetapkan Harga Batu Bara Acuan (HBA) periode pertama Oktober 2026 melalui Kepmen ESDM Nomor 384.K/MB.01/MEM.B/2026 yang diteken 30 September 2026. Batu bara kalori tinggi turun, sementara kalori rendah justru naik tipis. Penetapan ini jadi acuan penjualan batu bara nasional pada dua pekan pertama bulan ini.
Dari empat kategori HBA yang ditetapkan, dua jenis batu bara berkalori tinggi mengalami penurunan harga dibanding periode kedua September 2026. Sementara dua jenis batu bara berkalori lebih rendah justru mencatat kenaikan tipis.
Rincian Harga Empat Kategori HBA
Batu bara dengan kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR dipatok USD122,52 per ton. Angka ini turun dari periode kedua September 2026 yang berada di posisi USD123,54 per ton.
Penurunan serupa terjadi pada batu bara kalori 5.300 kcal/kg GAR. Harga acuannya kini USD90,60 per ton, turun cukup dalam dari sebelumnya USD93,94 per ton.
Berbeda arah, batu bara kalori 4.100 kcal/kg GAR naik tipis dari USD63,17 per ton menjadi USD63,45 per ton. Adapun batu bara kalori 3.400 kcal/kg GAR justru turun dari USD44,53 per ton menjadi USD43,84 per ton pada periode yang sama.
Berikut nilai lengkap HBA, HBA I, HBA II, dan HBA III untuk periode pertama Oktober 2026:
- HBA (6.322 GAR): USD122,52 per ton
- HBA I (5.300 GAR): USD90,60 per ton
- HBA II (4.100 GAR): USD63,45 per ton
- HBA III (3.400 GAR): USD43,84 per ton
Dasar Penetapan Empat Kategori HBA
Penetapan empat jenis HBA ini mengacu pada Keputusan Menteri ESDM Nomor 72 Tahun 2025 tentang Pedoman Penetapan Harga Patokan untuk Penjualan Komoditas Mineral Logam dan Batubara. Regulasi itu mengklasifikasikan HBA berdasarkan nilai kalori batu bara.
Empat klasifikasi tersebut meliputi HBA untuk kesetaraan nilai kalori 6.322 kcal/kg GAR, HBA I untuk 5.300 kcal/kg GAR, HBA II untuk 4.100 kcal/kg GAR, dan HBA III untuk 3.400 kcal/kg GAR.
Penetapan HBA dua pekan sekali ini menjadi rujukan langsung bagi produsen batu bara dalam menentukan harga jual, sekaligus acuan penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara.
Pergerakan harga pada periode pertama Oktober 2026 menunjukkan tekanan masih berlanjut di segmen batu bara kalori tinggi, sementara permintaan batu bara kalori menengah justru menahan harga dari koreksi lebih dalam.