Kandungan Lemak ASI: 7 Faktor yang Memengaruhinya, Bukan Cuma Makanan Ibu

Ilustrasi ibu menyusui bayi di rumah.
Penulis: Wahyu
Rabu, 07 Oktober 2026 | 09:01:02 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Pola makan ibu memang berperan dalam komposisi asam lemak ASI, tapi lemak dalam ASI jauh lebih dinamis dari yang sering dibayangkan. Kadarnya bisa berubah sepanjang hari, bahkan dalam satu sesi menyusui. Simak tujuh faktor yang memengaruhi kandungan lemak ASI dan apa artinya bagi ibu menyusui.

Lemak adalah sumber energi utama dalam ASI. Sebuah systematic review di jurnal Nutrients menyebut lemak menyumbang sekitar 50 persen energi ASI, sekaligus memasok asam lemak esensial untuk perkembangan sistem saraf pusat dan retina bayi.

Yang menarik, komposisi lemak ASI tidak pernah benar-benar sama setiap kali bayi menyusu. Kadarnya bergerak mengikuti proses fisiologis laktasi, dan itu normal.

Lemak ASI Sangat Dinamis dan Bisa Berubah

Penelitian di The American Journal of Clinical Nutrition menganalisis 308 sampel ASI dari 17 ibu selama lima minggu pertama setelah melahirkan. Hasilnya, kadar trigliserida meningkat terutama di minggu pertama pascapersalinan, lalu relatif stabil.

Sementara itu, kadar kolesterol mengalami pola perubahan yang berbeda pada periode yang sama. Temuan ini menegaskan bahwa komposisi lemak ASI memang berubah seiring bertambahnya usia menyusui.

1. Makanan Ibu Berpengaruh, tapi Tidak Sederhana

Pola makan ibu termasuk faktor yang memengaruhi komposisi asam lemak ASI. Sebuah systematic review 2024 menganalisis 27 studi observasional dan lima studi intervensi, melibatkan total 7.138 pasangan ibu dan bayi.

Konsumsi ikan pada ibu berkaitan dengan kadar beberapa asam lemak dalam ASI, termasuk ALA, DHA, dan EPA. Asupan PUFA dari makanan juga berkorelasi positif dengan konsentrasinya di ASI.

Meski begitu, peneliti menekankan hasil studi soal pola makan dan komposisi ASI masih beragam. Banyak di antaranya bersifat observasional, jadi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa satu perubahan makanan langsung mengubah keseluruhan komposisi ASI.

2. Seberapa Kosong Payudara Saat Menyusui

Tingkat pengosongan payudara termasuk faktor yang cukup penting. Konsentrasi lemak cenderung meningkat saat ASI dikeluarkan dari payudara, baik lewat proses menyusui maupun pemerahan.

Karena itu, ASI di awal sesi bisa punya kadar lemak berbeda dengan ASI menjelang akhir sesi. Inilah yang sering dikaitkan dengan istilah foremilk dan hindmilk.

Keduanya sebenarnya bukan dua jenis ASI yang benar-benar terpisah. Kandungan lemak berubah bertahap seiring payudara makin kosong, sehingga ASI yang terlihat encer di awal sesi tidak otomatis kurang bergizi.

3. Jarak dari Sesi Menyusui Sebelumnya

Jeda waktu antara satu sesi menyusui dan sesi berikutnya turut memengaruhi konsentrasi lemak. Penelitian pada 52 ibu menyusui di Guatemala meneliti variasi kandungan lipid ASI selama 24 jam.

Hasilnya, waktu dalam sehari dan jarak sejak pemberian ASI terakhir berhubungan dengan variasi kandungan lipid ASI. Studi yang sama juga menemukan perbedaan kandungan lipid antaribu berkaitan dengan berat badan dan indeks massa tubuh ibu.

4. Waktu dalam Sehari Ikut Memengaruhi

Kandungan lemak ASI bisa berbeda antara pagi dan malam. Temuan penelitian Guatemala di atas menunjukkan waktu dalam sehari menjadi salah satu faktor yang berhubungan dengan variasi lipid ASI.

Praktisnya, hasil pumping yang berbeda antara satu waktu dan waktu lain bukan tanda produksi ASI bermasalah. Itu bagian dari variasi normal komposisi ASI.

5. Tahap Menyusui Membuat Komposisi ASI Berubah

Masa menyusui yang berbeda menghasilkan komposisi lemak yang berbeda pula. Data 308 sampel ASI dari 17 ibu menunjukkan kadar trigliserida naik terutama di minggu pertama setelah melahirkan, kemudian relatif stabil pada minggu berikutnya.

Perubahan ini sejalan dengan proses fisiologis laktasi yang terus berkembang sejak hari-hari awal kelahiran.

6. Kondisi Tubuh Ibu Dapat Berhubungan dengan Kandungan Lemak ASI

Berat badan dan indeks massa tubuh ibu turut dikaitkan dengan kandungan lipid ASI. Penelitian Guatemala menemukan perbedaan lipid antaribu berkaitan dengan kedua hal tersebut.

Artinya, karakteristik tubuh tiap ibu bisa membuat komposisi ASI-nya berbeda dari ibu lain, tanpa berarti ada yang lebih baik atau lebih buruk.

7. Jenis Lemak dalam ASI Juga Bisa Berbeda

Bukan hanya jumlah lemak, jenisnya pun bisa bervariasi. Asupan PUFA dari makanan ibu berkorelasi positif dengan konsentrasi PUFA di ASI, begitu pula konsumsi ikan dengan kadar ALA, DHA, dan EPA.

Karena itu, kualitas asupan lemak ibu lebih relevan dibanding sekadar menambah porsi makanan berlemak.

Apakah Ibu Perlu Makan Banyak Lemak agar ASI Lebih Berlemak?

Tidak perlu. Para peneliti menegaskan hubungan pola makan dan komposisi ASI masih beragam, dan sebagian besar studi bersifat observasional.

Belum ada bukti cukup bahwa menambah makanan berlemak sebanyak-banyaknya otomatis membuat ASI lebih berlemak. Yang lebih masuk akal adalah menjaga pola makan seimbang, termasuk asupan ikan dan sumber lemak baik.

ASI Terlihat Encer Bukan Berarti Kurang Bergizi

ASI yang tampak lebih encer di awal sesi menyusui adalah hal wajar. Kandungan lemak meningkat bertahap seiring payudara makin kosong, jadi penampilan ASI bukan penanda mutu gizinya.

Selama bayi menyusu cukup sering, tumbuh sesuai kurva, dan tampak aktif, variasi warna serta tekstur ASI bukan alasan panik. Konsultasikan ke dokter atau konselor laktasi bila ada kekhawatiran soal kenaikan berat badan bayi atau produksi ASI.

Reporter: Wahyu