9 Cara Menentukan Budget Nikah dengan Calon Mertua

Pasangan calon pengantin menghitung anggaran pernikahan bersama.
Penulis: Galih
Kamis, 08 Oktober 2026 | 11:21:02 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Menyusun anggaran pernikahan sering berujung salah paham ketika ekspektasi keluarga ikut masuk. Padahal, batas biaya sebaiknya dibicarakan sejak awal sebelum vendor dipilih atau undangan dicetak. Simak sembilan langkah praktis berikut agar rencana nikah tetap realistis tanpa merusak hubungan.

Momen menghitung hari menuju pernikahan seharusnya jadi fase menyenangkan, bukan ajang adu keinginan soal pesta. Perbedaan pandangan soal biaya bisa muncul kapan saja, apalagi kalau keluarga menganggap pernikahan sebagai acara sekali seumur hidup. Karena itu, menyamakan ekspektasi jadi kunci sebelum angka-angka disepakati.

1. Sepakati Angka dengan Pasangan Lebih Dulu

Sebelum melibatkan calon mertua, kamu dan pasangan wajib punya gambaran biaya yang sanggup ditanggung. Hitung dari tabungan, pemasukan, bantuan keluarga bila ada, plus kebutuhan setelah menikah. Angka ini jadi dasar supaya kalian tidak gampang goyah saat muncul permintaan tambahan.

2. Pisahkan Uang Pasangan dan Bantuan Keluarga

Kalau orang tua menawarkan bantuan, tanyakan jelas nominal atau bentuknya. Jangan menganggap semua kebutuhan pesta otomatis dibebankan ke keluarga. Langkah ini bikin kalian tahu bagian mana yang ditanggung keluarga dan mana yang masuk dana pasangan.

3. Tanyakan Ekspektasi Pesta Sejak Awal

Ngobrol santai soal konsep pernikahan yang dibayangkan masing-masing keluarga. Bisa jadi calon mertua punya bayangan soal jumlah tamu atau acara tertentu yang belum pernah dibahas. Daripada baru tahu saat semua berjalan, lebih baik ekspektasi itu dibuka sejak awal.

4. Jangan Sampaikan Batas Budget sebagai Larangan

Kalimat seperti "Nggak boleh lebih dari segini" bisa terdengar seperti penolakan, apalagi kepada orang yang lebih tua. Jelaskan alasannya dengan bahasa terbuka. Misalnya, kalian ingin menjaga anggaran supaya setelah menikah masih punya dana untuk tempat tinggal, kebutuhan sehari-hari, atau dana darurat.

5. Buat Pembagian Kebutuhan Berdasarkan Prioritas

Pisahkan kebutuhan jadi tiga kelompok: wajib ada, bisa disesuaikan, dan tambahan kalau dana memungkinkan. Cara ini membuat diskusi lebih konkret daripada sekadar bilang budget terlalu mahal. Kalau calon mertua ingin menambah sesuatu, kalian bisa melihat bersama pos mana yang masih bisa digeser.

6. Tanyakan Sumber Dana untuk Permintaan Tambahan

Misalnya calon mertua ingin menambah jumlah tamu karena ada kerabat yang harus diundang. Nggak perlu langsung berdebat soal boleh atau nggaknya. Tanyakan dengan tenang apakah penambahan itu juga disertai tambahan dana, karena setiap permintaan punya konsekuensi biaya.

7. Libatkan Pasangan sebagai Jembatan

Kalau kamu canggung membicarakan uang dengan calon mertua, jangan hadapi sendirian. Pasangan sebaiknya ikut menjelaskan kondisi keuangan kalian karena dia punya posisi penting dalam keluarganya. Saat ada perbedaan pendapat, pasangan bisa menerjemahkan keinginan kedua pihak tanpa membuat percakapan terasa seperti kamu melawan keluarganya.

8. Hindari Membandingkan dengan Pernikahan Orang Lain

Kalimat seperti "Anak tetangga saja bisa pesta segini" atau "Saudaranya dulu menikah pakai gedung itu" hanya membuat pembahasan makin panas. Setiap keluarga punya kondisi finansial berbeda. Fokus saja pada kemampuan kalian sendiri, bukan standar yang ditentukan pihak luar.

9. Evaluasi Ulang Anggaran Secara Berkala

Setelah kesepakatan tercapai, jangan langsung mengunci semuanya. Harga vendor bisa berubah, daftar tamu bisa bertambah, dan kebutuhan baru bisa muncul. Duduk kembali dengan pasangan dan calon mertua secara berkala untuk memastikan anggaran masih masuk akal dan tidak membengkak diam-diam.

Membicarakan batas biaya pernikahan dengan calon mertua memang butuh kepekaan, tapi jauh lebih baik daripada ribut di tengah persiapan. Kuncinya cuma satu: sepakati dulu dengan pasangan, lalu komunikasikan ke keluarga dengan alasan yang jelas.

Reporter: Galih