Pertamina Grand Prix 2026 Serap Warga Lokal, Marshal hingga Terapis Kebagian Rezeki
SPIRITBANGSA.COM — Pertamina Patra Niaga melibatkan warga Lombok Tengah sebagai tenaga kerja pendukung Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026, mulai dari marshal sirkuit hingga terapis mitra binaan UMKM. Pelibatan ini menjadi jalur tambahan pendapatan bagi warga di sekitar Pertamina Mandalika International Circuit. Bagi penyelenggara, keberhasilan ajang balap internasional itu tidak lagi diukur dari kelancaran pasokan energi saja, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang mengalir ke masyarakat setempat.
Julian Hariadi, warga Desa Sengkol, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, untuk pertama kalinya bertugas sebagai marshal MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit. Sebelumnya, ia beberapa kali terlibat di ajang balap lain, tetapi baru pada Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 ini ia menembus level kejuaraan dunia.
Tugasnya membantu mengevakuasi motor pembalap yang mengalami insiden di lintasan menuju jalur servis. Pekerjaan itu menuntut kesigapan dan pemahaman prosedur keselamatan, bukan sekadar kehadiran di tepi trek.
"Senang bisa ikut menyukseskan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Lombok, daerah kelahiran saya sendiri. Saya mendapatkan pengalaman baru, bertemu banyak teman, dan bisa bekerja langsung di sirkuit. Harapannya, kegiatan seperti ini terus ada agar masyarakat lokal bisa ikut berkontribusi," ujar Julian.
Pelatihan Terapis hingga Peluang Jasa Lokal
Manfaat serupa dirasakan Nadia, terapis asal Lombok Tengah yang terlibat lewat mitra binaan MESPA di booth UMKM Pertamina. Sebelum bertugas, ia mengikuti pelatihan yang digelar Pertamina Patra Niaga untuk menaikkan standar layanan.
Pelatihan itu berdampak langsung saat ia melayani pengunjung dari berbagai daerah, termasuk wisatawan mancanegara. Tambahan pendapatan harian menjadi hasil paling nyata, di samping pengalaman menangani pelanggan dengan latar berbeda.
"Saya senang sebagai warga lokal bisa ikut dalam acara ini, mendapatkan pengalaman baru, dan memperoleh pendapatan harian. Terima kasih kepada Pertamina atas kesempatan ini," ungkap Nadia.
Keterlibatan warga tidak berhenti pada dua orang. Penyelenggaraan ajang internasional di Mandalika membuka kesempatan bagi warga sekitar untuk memperoleh pengalaman kerja, memperluas jejaring, dan menambah penghasilan melalui layanan maupun usaha yang melayani pengunjung.
Dukungan Energi dan Pemberdayaan Berjalan Bersamaan
PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menyatakan komitmennya menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat lewat penyelenggaraan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Perusahaan tidak hanya memastikan pasokan energi untuk ajang balap motor kelas dunia, tetapi juga mendorong keterlibatan tenaga kerja lokal, peningkatan keterampilan, dan pemberdayaan mitra binaan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa ukuran keberhasilan ajang ini lebih luas dari sisi teknis. Baginya, manfaat yang dirasakan masyarakat menjadi indikator yang sama pentingnya.
"Bagi Pertamina Patra Niaga, keberhasilan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tidak hanya dilihat dari kelancaran dukungan energi, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Melalui pelibatan tenaga kerja lokal, pelatihan terapis, dan pemberdayaan mitra binaan, kami ingin memastikan ajang ini membuka peluang ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di sekitar Mandalika," ujar Kitty.
Modal Kapasitas Warga untuk Ajang Berikutnya
Kisah Julian dan Nadia memperlihatkan pola yang jarang muncul di pemberitaan ajang balap: penyelenggaraan olahraga internasional sebagai jalur kerja, pelatihan, dan pertumbuhan ekonomi lokal. Warga yang terlibat tidak hanya menjadi penonton di rumah sendiri, tetapi ikut menentukan kelancaran acara.
Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus mendukung penyediaan energi dan pelaksanaan program pemberdayaan yang mendorong manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Lombok dan sekitarnya. Bagi warga sekitar Mandalika, kapasitas yang terbangun dari ajang tahun ini menjadi modal untuk gelaran berikutnya.