IHSG Naik 1,04% ke 6.093,76, Asing Net Buy Rp30,4 Miliar
SPIRITBANGSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 62,47 poin atau 1,04% ke level 6.093,76 pada perdagangan Jumat (9/10/2026). Investor asing membukukan beli bersih Rp30,4 miliar di sesi kedua, meski nilai pembelian dan penjualan di seluruh pasar sama-sama menyentuh Rp3 triliun. Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) memimpin daftar buruan asing dengan net buy Rp34 miliar.
Data Sinarmas Sekuritas menunjukkan aksi beli dan jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) berimbang secara nilai, tetapi arus masuk bersih tetap positif. Posisi itu menegaskan asing belum sepenuhnya menarik dana dari pasar saham domestik di tengah penguatan IHSG.
ENRG Pimpin Daftar Saham yang Paling Banyak Diborong Asing
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menempati posisi teratas dengan nilai beli bersih Rp34 miliar. Sektor energi kembali jadi incaran setelah saham-saham komoditas bergerak positif dalam beberapa sesi terakhir.
Peringkat kedua dan ketiga diisi emiten tambang emas. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatat net buy Rp17 miliar, disusul PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) dengan Rp16 miliar.
Petrosea, Chandra Asri, dan Erajaya Kompak di Rp13 Miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO) mencatatkan beli bersih Rp13 miliar. Nilai yang sama juga tercatat pada PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA).
Berikut daftar lengkap 10 saham paling banyak diborong investor asing:
- PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG): Rp34 miliar
- PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS): Rp17 miliar
- PT Archi Indonesia Tbk (ARCI): Rp16 miliar
- PT Petrosea Tbk (PTRO): Rp13 miliar
- PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp13 miliar
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): Rp13 miliar
- PT Gudang Garam Tbk (GGRM): Rp12 miliar
- PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA): Rp10 miliar
Arti Net Buy Asing bagi Pergerakan IHSG
Net foreign buy Rp30,4 miliar terbilang tipis dibanding total nilai transaksi asing Rp3 triliun di seluruh pasar. Artinya, penguatan IHSG 1,04% lebih banyak ditopang aksi beli investor domestik dan penguatan saham-saham berkapitalisasi besar.
Bagi investor ritel, daftar buruan asing ini bisa jadi acuan melihat saham yang sedang dalam akumulasi. Namun perlu dicatat, net buy asing di satu sesi tidak otomatis berlanjut ke sesi berikutnya, terutama jika sentimen global berubah.
Perdagangan sesi berikutnya akan diuji oleh arah bursa regional dan pergerakan nilai tukar rupiah. Jika asing kembali mencatat net buy lebih besar, IHSG berpeluang mempertahankan level di atas 6.000.