SPIRITBANGSA.COM — Krisis penyerang tengah klinis masih menjadi pekerjaan rumah utama Timnas Indonesia. PSSI terus menyisir talenta diaspora di berbagai belahan Eropa, dan kini radar federasi mengarah ke kompetisi kasta tertinggi Islandia.
Nama Markus Paul Ellertson mencuat berkat catatan statistiknya yang impresif musim ini. Striker berusia 20 tahun tersebut membuktikan ketajamannya bersama IA Akranes usai diboyong dari klub kasta ketiga Italia, Triestina.
Peluang Naturalisasi Markus Terbuka Lebar
Markus mewarisi darah Indonesia dari sang ibu. Menariknya, ia merupakan adik kandung dari gelandang Genoa, Michael Egil Ellertson, yang telah mengantongi 31 caps bersama timnas senior Islandia.
Kondisi regulasi FIFA sangat menguntungkan pihak Indonesia. Berbeda dengan sang kakak yang sudah terikat secara permanen dengan Islandia, Markus belum pernah mencatatkan penampilan bersama tim nasional senior Islandia. Situasi ini membuat status eligibilitasnya untuk membela panji Merah Putih masih sangat terbuka.
Jika proses perpindahan kewarganegaraan terealisasi, Markus bisa menjadi jawaban jangka panjang bagi lini depan Garuda yang bersiap menghadapi agenda padat internasional, termasuk putaran final Piala Asia 2027.
Kontras Nasib Thailand Berburu Eric Kahl
Upaya PSSI mengamankan amunisi keturunan berbanding terbalik dengan situasi yang dialami federasi sepak bola Thailand (FAT). Rival utama Indonesia di kawasan Asia Tenggara tersebut baru saja menelan pil pahit dalam perburuan pemain diaspora.
Presiden FAT, Madam Pang, gagal meyakinkan bek kiri AGF Aarhus, Eric Kahl. Wonderkid berdarah Swedia itu menolak tawaran naturalisasi dari Thailand demi mengejar peluang menembus timnas senior Swedia. Penolakan ini memukul publik sepak bola Negeri Gajah Perang, mengingat pihak federasi sebelumnya sempat mengklaim keyakinan hingga 90 persen untuk merampungkan proses sang pemain.