SPIRITBANGSA.COM — Pasangan selebritas Dinda Hauw dan Rey Mbayang resmi menjajal genre horor lewat film "Ritual Gaib: Nyai Randasura" yang tayang 17 September 2026. Keduanya mengaku proses syuting menuntut ketahanan fisik tinggi karena intensitas adegan histeris dan beban emosi karakter.
Debut layar lebar dalam genre mistis ini menjadi tantangan tersendiri bagi Dinda Hauw. Aktris tersebut mengakui bahwa menguras tenaga secara signifikan dibandingkan proyek drama sebelumnya. Ia harus menjaga konsistensi ekspresi ketakutan dan teriakan selama pengambilan gambar berlangsung.
Tantangan Fisik di Lokasi Syuting
Dinda Hauw menceritakan pengalaman pertamanya membintangi cerita hantu saat ditemui di CGV Grand Indonesia, Selasa (15/9/2026). Ia menekankan bahwa kelelahan bukan hanya soal fisik, melainkan juga mental.
"Kalau aku jujur ini debut pertamaku di horor, jadi cukup sulit sekali. Apalagi menurut aku film horor tuh bener-bener capek ya syutingnya ya, Rey ya? Kita harus teriak-teriak, kita harus ngumpulin emosi, terus kayak ya lumayan capek sih," ujar Dinda Hauw.
Kekhawatiran akan gangguan makhluk halus sempat menghantui ibu dua anak tersebut. Namun, ia bersyukur tidak ada kejadian supernatural yang menimpa dirinya maupun kru selama produksi berjalan.
"Aku aja sampai mikir, 'Aduh, kayaknya ini aku kalau ditawarin horor lagi, mau nggak ya?' Sempat mikir kayak gitu karena, wah energinya tuh bener-bener habis gitu. Bahkan Alhamdulillah nggak sampai ketempelan beneran ya. Yang ditakutin tuh itu. Jangan, jangan," sambungnya.
Sisa Emosi Membawa Pulang
Rey Mbayang membenarkan pernyataan istrinya mengenai beratnya beban emosional di lokasi syuting. Aktor tersebut menambahkan bahwa suasana mencekam sering kali masih menempel hingga mereka meninggalkan set.
"Ketempelan sih enggak, tapi emosinya kebawa sampai di mobil biasanya pas mau pulang," sahut Rey Mbayang.
Fenomena ini menunjukkan kedalaman pendalaman karakter yang dilakukan pasangan suami istri tersebut. Mereka tidak sekadar menghafal dialog, tetapi benar-benar meresapi atmosfer ketakutan yang dibangun sutradara.
Horor sebagai Bumbu Drama Keluarga
Sebelum menerima tawaran dari produser Intan, keduanya mempertimbangkan naskah dengan matang. Latar belakang mereka yang kuat di genre drama membuat mereka ragu pada awalnya.
Rey menjelaskan bahwa daya tarik utama proyek ini terletak pada struktur ceritanya. Elemen horor hanya berfungsi sebagai pelengkap untuk memperkuat konflik rumah tangga tokoh Laras dan Radit.
"Awal ya. Dari awal kita dapat kiriman dari Kak Intan buat, 'Mau nggak kira-kira film horor?' Kita pertama baca dulu. Kita baca dulu karena memang sebelumnya basic-nya kita kan drama ya. Pas kita lihat ceritanya, oh ternyata seru nih, karena memang ada dramanya dulu nih, dramanya. Kayak Kak Intan bilang, horor tuh bagian dari bumbunya aja, gitu," jelas Rey Mbayang.
Pendekatan ini membedakan "Ritual Gaib: Nyai Randasura" dari film horor konvensional yang mengandalkan jumpscare semata. Fokus narasi tetap pada dinamika hubungan sepasang suami istri yang diuji oleh teror gaib.
Jadwal Tayang dan Ekspektasi Penonton
Film ini dijadwalkan rilis serentak di bioskop Indonesia mulai 17 September 2026. Antusiasme penonton terhadap kolaborasi Dinda dan Rey dalam genre baru diprediksi akan mendongkrak angka penjualan tiket di pekan pembuka.
Keberhasilan proyek ini bisa menjadi tolok ukur kemampuan aktor muda Indonesia dalam beradaptasi lintas genre. Jika respons positif diterima, peluang kembalinya mereka ke layar lebar dengan konsep serupa terbuka lebar.