Dua Survei, Satu Rangkaian Eksplorasi
SPIRITBANGSA.COM — Survei 2D SE Java menyapu lintasan sepanjang 6.000 kilometer di Samudra Hindia. Metode 2D dipakai untuk memetakan struktur geologi secara luas sebelum perusahaan memutuskan titik pengeboran yang lebih presisi.
Sebelumnya, PHE menuntaskan survei 3D di Selat Makassar pada Juli 2026. Survei 3D menghasilkan citra bawah permukaan yang lebih rapat dan detail, biasanya dipakai untuk mengonfirmasi prospek yang sudah teridentifikasi dari survei 2D.
Kombinasi keduanya menunjukkan PHE bergerak di dua wilayah kerja sekaligus: perairan dalam selatan Jawa dan Selat Makassar. Keduanya masuk kategori frontier area yang secara geologis menjanjikan, tetapi menuntut biaya dan teknologi tinggi.
Mengapa Selatan Jawa Jadi Incaran
Perairan selatan Jawa lama dipandang sebagai salah satu cekungan prospektif yang belum tergarap optimal. Kedalaman laut dan kondisi gelombangnya membuat biaya operasi jauh lebih mahal dibanding wilayah kerja daratan.
Survei seismik adalah tahap paling awal sebelum pengeboran eksplorasi. Data yang dikumpulkan dipakai untuk memperkirakan ketebalan lapisan sedimen, bentuk struktur perangkap, dan potensi kandungan hidrokarbon. Tanpa data ini, pengeboran sumur eksplorasi berisiko tinggi dan rawan gagal.
Bagi PHE, penguasaan data bawah permukaan di wilayah baru menentukan posisi perusahaan saat menegosiasikan kerja sama, mencari mitra, atau mengajukan komitmen kerja ke pemerintah.
Arti Penting bagi Produksi Nasional
Indonesia masih menghadapi tantangan menahan laju penurunan produksi migas dari lapangan-lapangan tua. Penemuan cadangan baru dibutuhkan untuk menjaga ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.
Wilayah timur Jawa dan Selat Makassar masuk dalam daftar prioritas eksplorasi hulu migas. Keberhasilan survei tidak otomatis berarti penemuan cadangan, tetapi menjadi prasyarat yang wajib dilalui sebelum tahap pengeboran.
Langkah PHE ini juga sejalan dengan target pemerintah menambah cadangan terbukti migas. Setiap survei yang tuntas memperkecil ketidakpastian sebelum perusahaan mengeluarkan belanja modal besar untuk pengeboran.
Penutup: Penyelesaian survei 2D di Samudra Hindia dan 3D di Selat Makassar menempatkan PHE pada tahap berikutnya: mengolah data untuk menentukan titik pengeboran eksplorasi. Hasil akhirnya baru terlihat bertahun kemudian, tetapi keputusan investasi hulu migas selalu dimulai dari peta bawah permukaan yang akurat.