Pencarian

Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya

Minggu, 13 September 2026 • 10:41:01 WIB
Harga Pertamax Bisa Tembus Rp 20 Ribu per Liter, Ini Pemicunya
Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto memberi keterangan kepada wartawan di Terminal BBM Rewulu, Bantul.

SPIRITBANGSA.COM — Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Eko Ricky Susanto menyatakan ketidakstabilan harga minyak mentah global membuat BBM non subsidi sulit kembali ke level sebelum krisis geopolitik. Pernyataan itu disampaikan di Terminal BBM Rewulu, Bantul, Jumat (11/9/2026).

Selat Hormuz Jadi Tekanan Terberat

Eko menilai konflik di kawasan Selat Hormuz memberi dampak yang lebih berat dibandingkan perang Ukraina-Rusia. Menurutnya, guncangan kali ini menyentuh dua sisi sekaligus: ketersediaan energi dan stabilitas harga.

"Nah yang terakhir ini, yang ketiga ini yang terbaru dan saya rasa ini mungkin salah satu yang terberat kita kena hadapi ya, karena dulu waktu perang Ukraina-Rusia tidak separah ini, dengan adanya perang di Timur Tengah, di Selat Hormuz ini, ternyata dampaknya secara global, selain ketersediaan energi di dunia, itu juga harga yang saat ini belum stabil ya," ujar Eko.

Harga Minyak Mentah Belum Menunjukkan Penurunan

Harga minyak dunia sempat melonjak lebih dari 6 persen ke level 100 dollar AS per barrel pada akhir perdagangan Kamis (10/9/2026). Wall Street ikut melemah di hari yang sama karena kekhawatiran inflasi akibat perang berkepanjangan di Timur Tengah.

Eko menyebut belum ada indikasi harga minyak dunia akan segera turun. Harapan agar harga kembali ke 60–70 dollar AS per barrel disebutnya masih jauh dari kenyataan.

"Saya enggak tahu, katanya hari ini harga dunia BBM juga sedang naik lagi dibandingkan, jadi kalau berharap turun 70 dollar per barrel seperti atau 60 dollar per barrel sebelum terjadinya krisis geopolitik, ya kita doakan mungkin semoga itu bisa terjadi dalam waktu segera," ujarnya.

Dampak ke Harga Pertamax di Dalam Negeri

Jika harga minyak mentah tidak segera turun, Eko memperkirakan harga Pertamax dan produk BBM non subsidi lain akan bergerak di rentang Rp 18.000 sampai Rp 20.000 per liter.

"Karena kalau tidak kondisi ini akan berdampak seperti sekarang, harga Pertamax dan lain-lain itu akan berkisaran antara di angka 18 ribu sampai 20 ribuan, karena belum ada indikasi terjadi penurunan harga minyak dunia," kata Eko.

Sebagai gambaran, harga Pertamax RON 92 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya saat ini berada di Rp 15.950 per liter. Artinya, potensi kenaikan ke Rp 20.000 per liter setara dengan lonjakan sekitar Rp 4.050 per liter atau naik sekitar 25 persen dari harga berjalan.

Yang Perlu Dicermati Pengguna BBM Non Subsidi

Pernyataan Pertamina ini belum menyebut tenggat pasti kapan penyesuaian harga berlaku. Keputusan akhir tetap bergantung pada pergerakan harga minyak mentah dunia dan kebijakan pemerintah terkait harga BBM non subsidi.

Bagi pemilik kendaraan yang selama ini mengandalkan Pertamax, perkembangan ini patut dipantau. Sebab, selisih harga dengan Pertalite yang disubsidi bisa makin melebar jika skenario Rp 20.000 per liter benar-benar terjadi.

Sumber: lingkar.co

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks