SPIRITBANGSA.COM — Pantai Kelingking di Desa Bunga Mekar, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali, dikenal luas sebagai salah satu spot foto paling ikonik di Indonesia. Tebingnya yang menjulang membentuk siluet menyerupai kepala T-Rex, dengan garis pantai berpasir putih di bawahnya. Namun di balik panorama itu, medan tebingnya menyimpan risiko serius bagi wisatawan yang menyimpang dari jalur.
Kronologi Kejadian di Tebing Kelingking
Brianna Lani Cronin (29), warga negara Australia, tiba di kawasan Pantai Kelingking sekitar pukul 08.00 Wita, Sabtu (12/9). Ia datang seorang diri sebagai solo traveler.
Korban berjalan menuju ujung tebing melalui jalur yang bukan mengarah ke pantai. Jalur menuju pantai memiliki tali pengaman, sedangkan jalur yang diambil korban menjurus lurus ke tepi tebing. Jalur itu biasanya dipakai wisatawan untuk mencari spot foto.
"Wisatawan ini berjalan menuju ujung tebing Pantai Kelingking melalui jalur yang bukan mengarah ke pantai. Kami tidak tahu apa maksudnya menuju ke arah yang berbeda," ujar Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.
Evakuasi Terkendala Cuaca dan Jalur Sempit
Laporan warga soal korban yang terpeleset, jatuh, dan tersangkut di pertengahan tebing berpohon masuk sekitar pukul 09.00 Wita. Beberapa jam kemudian, SAR menerima informasi lanjutan bahwa korban akhirnya terjatuh hingga ke area pantai.
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 Wita. Evakuasi lewat laut tidak bisa dilakukan karena cuaca dan air mulai pasang.
"Evakuasi lewat laut tidak bisa kami lakukan karena terkait dengan cuaca, air sudah mulai pasang, sehingga kami terpaksa melakukan secara manual," jelas Cakra.
Korban digotong bergantian menyusuri jalur pendakian yang sempit dan terik. Proses evakuasi darat memakan waktu sekitar satu hingga satu setengah jam dan selesai sekitar pukul 12.30 Wita.
"Selain jalur yang kecil, evakuasi juga cukup sulit karena banyaknya wisatawan di lokasi," tambahnya.
Kondisi Korban Saat Ditemukan
Kasi Humas Polres Klungkung Iptu Dewa Nyoman Alit Purnawibawa menerangkan, korban ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa saat terjatuh ke bibir Pantai Kelingking.
"Korban meninggal dunia dan mengalami patah tulang pada bagian tangan kiri, patah tulang kaki, dan sobek pada bagian kaki kanan, serta luka akibat goresan batu tebing di sekujur tubuh korban," terang Alit.
Jenazah korban saat ini berada di Klinik Griya Medica Banjar Nyuh Desa Ped. Rencananya korban dititipkan di Rumah Sakit Gema Santi sampai ada keputusan lebih lanjut dari kedutaan negara asal korban.
Tips Aman Berkunjung ke Pantai Kelingking
Pantai Kelingking punya dua titik utama: tebing pandang atas yang jadi lokasi foto ikonik, dan jalur turun ke pantai yang curam dengan tali pengaman. Beberapa hal yang perlu diperhatikan wisatawan:
- Selalu ikuti jalur bertali pengaman, jangan menyeberang ke jalur tanpa pengaman meski terlihat lebih dekat ke tepi tebing.
- Hindari mendekati bibir tebing, terutama saat ramai wisatawan dan tanah licin usai hujan.
- Datang lebih pagi untuk menghindari kerumunan, tapi tetap waspada karena embun pagi membuat bebatuan licin.
- Bawa air minum dan pakai alas kaki bersol kuat jika berencana turun ke pantai.
- Untuk solo traveler, beri tahu seseorang soal rencana rute dan perkiraan waktu kembali.
Pantai Kelingking dapat ditempuh sekitar 45 menit dari Pelabuhan Toya Pakeh, Nusa Penida, atau sekitar 30 menit dari Pelabuhan Banjar Nyuh. Informasi terkini soal jam operasional dan tarif retribusi kawasan dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat atau pengelola kawasan. Alokasikan waktu minimal dua jam untuk menikmati titik pandang atas dan berfoto dengan aman.