Pencarian

CASA BRI Tembus 67,6 Persen, DPK Capai Rp1.580 Triliun

Rabu, 09 September 2026 • 08:01:31 WIB
CASA BRI Tembus 67,6 Persen, DPK Capai Rp1.580 Triliun
Rasio CASA BRI mencapai 67,6 persen dengan total DPK sebesar Rp1.580 triliun pada triwulan II-2026.

SPIRITBANGSA.COM — Transformasi digital yang digencarkan BRI dalam beberapa tahun terakhir mulai membuahkan hasil nyata pada struktur pendanaan perseroan. Bukan hanya dari sisi jumlah nasabah, tetapi juga dari pergeseran komposisi simpanan masyarakat ke instrumen dengan biaya lebih murah.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan, perseroan tidak hanya mengejar pertumbuhan DPK secara volume, tetapi juga kualitas pendanaan. Fokus utama transformasi saat ini adalah memperkuat funding franchise, khususnya dana murah atau CASA.

"Strategi kami dilakukan dengan memperkuat transaksi dan menjadikan BRI semakin relevan dalam aktivitas keuangan sehari-hari nasabah," ujar Aquarius dalam keterangan resminya, dikutip pekan ini.

BRImo Jadi Mesin Pertumbuhan Dana Murah

Super apps BRImo menjadi kontributor utama dalam mendorong kenaikan CASA. Hingga akhir triwulan II-2026, aplikasi tersebut mencatatkan 22,3 juta pengguna aktif. Dari jumlah itu, terjadi 3,3 miliar transaksi finansial dengan volume mencapai Rp4.166 triliun.

Aktivitas perbankan digital yang masif ini tidak hanya meningkatkan pendapatan berbasis biaya (fee based income), tetapi juga menopang likuiditas jangka pendek perseroan. Artinya, semakin sering nasabah bertransaksi, semakin besar pula saldo mengendap yang bisa dimanfaatkan bank untuk penyaluran kredit.

Menariknya, kontribusi juga datang dari ekosistem agen BRILink yang tersebar hingga ke pelosok desa. Melalui kanal ini, CASA tumbuh 28,6 persen menjadi Rp30,7 triliun. Pendapatan komisi dari layanan agen pun ikut naik 16,3 persen menjadi sekitar Rp915,7 miliar.

Mengapa CASA Krusial bagi Kinerja Bank

Rasio CASA yang tinggi menjadi indikator efisiensi bagi perbankan. Dana murah—yang terdiri dari giro dan tabungan—memiliki beban bunga lebih rendah dibandingkan deposito berjangka. Semakin besar porsinya, semakin tipis pula tekanan terhadap margin bunga bersih (net interest margin/NIM).

Dengan komposisi CASA di level 67,6 persen, BRI berada dalam posisi yang lebih tahan terhadap fluktuasi suku bunga acuan. Perusahaan juga memiliki ruang yang lebih longgar untuk menetapkan suku bunga kredit yang kompetitif, khususnya bagi segmen mikro dan UMKM yang menjadi tulang punggung bisnis perseroan.

Langkah BRI memperkuat pendanaan murah ini sejalan dengan arah industri perbankan nasional yang tengah gencar mentransformasi layanan ke platform digital. Perang suku bunga deposito yang kerap terjadi antar bank diharapkan bisa diredam dengan inovasi layanan, bukan sekadar iming-iming bunga tinggi.

Ke depan, BRI diproyeksikan akan terus menggenjot akuisisi pengguna baru BRImo dan memperluas jaringan agen BRILink, terutama di wilayah Indonesia timur yang masih memiliki tingkat underbanked tinggi. Kedua kanal tersebut dinilai menjadi kunci untuk menjaga pertumbuhan CASA tetap berkelanjutan hingga akhir tahun.

Sumber: idxchannel.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks