SPIRITBANGSA.COM — Kementerian Perdagangan menilai BRI berkontribusi nyata dalam mencetak eksportir baru dari kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perdagangan, pemerintah menyematkan predikat Industry Trade Development Partner kepada bank pelat merah tersebut di Auditorium Gedung Utama Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat.
Apresiasi ini diserahkan bertepatan dengan peluncuran Trade Corporate University dan Cetak Biru Pengembangan SDM Perdagangan Menuju Indonesia Emas 2045. Corporate Secretary BRI Dhanny hadir langsung mewakili perseroan untuk menerima penghargaan tersebut.
Bina 120 Pelaku Usaha Siap Ekspor
Upaya membawa produk lokal ke kancah internasional diwujudkan melalui Program Pelatihan Ekspor BRI Peduli. Sejak bergulir pada 2024, inisiatif di bawah payung Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini telah melatih 120 pelaku UMKM dari berbagai penjuru tanah air.
Dhanny menjelaskan, kurikulum pelatihan disusun khusus untuk menjawab kendala klasik pelaku usaha saat berhadapan dengan pasar luar negeri. Materi yang diberikan mencakup pemahaman regulasi perdagangan internasional, penyusunan dokumen pengapalan, hingga riset tren pasar dunia.
Para peserta juga dibimbing memperbaiki mutu kemasan dan standardisasi merek dagang agar sesuai kriteria pembeli luar negeri. Pendekatan ini memastikan produk yang dikirim memiliki legalitas kuat dan daya pikat tinggi.
Fokus Penguatan Kapasitas Non-Finansial
Langkah perseroan melatih pelaku usaha menjadi penegas bahwa pengembangan sektor produktif butuh pendampingan langsung, bukan sebatas kucuran kredit modal kerja semata.
"Pengembangan UMKM tidak hanya berkaitan dengan akses pembiayaan, tetapi juga perlu diiringi dengan penguatan kemampuan usaha agar pelaku UMKM semakin siap menghadapi perubahan dan memperluas pasar," ujar Dhanny.
Peningkatan kapasitas manajemen bisnis dinilai krusial agar pengusaha lokal tidak tumbang di tengah ketatnya arus barang impor dan fluktuasi ekonomi global. Fondasi operasional yang kokoh membuat pelaku usaha lebih lincah mengamankan kontrak dagang jangka panjang.
Integrasi Pendampingan hingga Akses Pasar
Ke depan, perseroan berencana memperluas sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait guna menjangkau klaster usaha potensial lainnya. Model kurasi produk akan terus dipertajam agar selaras dengan kebutuhan negara tujuan ekspor.
Dhanny menegaskan komitmen perseroan untuk terus menjaga rantai pembinaan UMKM secara berkesinambungan, mulai dari pelatihan teknis, pembiayaan, hingga fasilitasi akses pembeli internasional.
“Melalui kolaborasi dan program yang berkelanjutan, BRI berharap semakin banyak pelaku UMKM yang mampu tumbuh, naik kelas, dan berkontribusi terhadap penguatan ekonomi nasional,” pungkas Dhanny.
Strategi pendampingan terintegrasi ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan yang mendorong kemandirian pelaku usaha nasional.