SPIRITBANGSA.COM — Pemerintah membuka masa penawaran Savings Bond Ritel seri SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober 2026 dengan proyeksi kupon 6,80%-7,05%. Rentang imbal hasil itu lebih tinggi dari kupon SBR014 yang hanya 6,25%-6,35% pada 2025. Bagi investor ritel, selisih ini menjadi pembeda utama dibandingkan deposito yang bunganya masih dikenai pajak 20%.
Proyeksi tersebut disampaikan Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi. Menurutnya, dua tenor yang ditawarkan akan memiliki rentang kupon berbeda, yakni SBR015T2 dan SBR015T4.
"Kemungkinan SBR015T2 di 6,80-6,90% dan SBR015T4 sekitar 6,90-7,05%," kata Wafi.
Wafi menambahkan, proyeksi itu mengacu pada kupon SR025 yang tercatat 6,8% untuk tenor 3 tahun dan 6,9% pada tenor 5 tahun. Suku bunga acuan Bank Indonesia (BI-Rate) yang kini di level 5,75% juga menjadi dasar perhitungan.
Skema Floating with Floor dan Pengaruh BI-Rate
SBR menawarkan skema imbal hasil mengambang dengan batas minimum alias floating with floor. Perubahan BI-Rate dapat memengaruhi besaran kupon sesuai selisih imbal hasil (spread) dan floor yang ditetapkan pemerintah.
Level BI-Rate 5,75% dinilai masih memberi ruang bagi kupon SBR015 berada di kisaran 6,80%-7,05%. Proyeksi itu berlaku jika BI mampu menjaga suku bunga, yang menurut Wafi bergantung pada stabilitas rupiah dan sikap The Federal Reserve.
The Fed baru menaikkan suku bunga ke 3,75%-4,00% dan dot plot masih menyiratkan satu kenaikan lagi. Selisih imbal hasil dan kurs pun menjadi batas gerak BI.
Kupon SBR015 vs SBR014 dan SBR013
Data Kementerian Keuangan menunjukkan kupon SBR014 pada 2025 tercatat 6,25% untuk tenor 2 tahun dan 6,35% untuk tenor 4 tahun. Angka itu lebih rendah dari proyeksi SBR015 tahun ini.
Perbandingan lima tahun terakhir memperlihatkan tren kenaikan imbal hasil:
- SBR014 (2025): 6,25% tenor 2 tahun dan 6,35% tenor 4 tahun
- SBR013 (2024): 6,45% tenor 2 tahun dan 6,60% tenor 4 tahun
- SBR012 (2023): 6,15% tenor 2 tahun dan 6,35% tenor 4 tahun
- SBR011 (2022): kupon awal 5,50%
- SBR010 (2021): kupon awal 5,10%
Fleksibilitas Early Redemption dan Pajak Kupon
SBR015 memberi opsi pencairan modal atau early redemption hingga 50% setelah 1 tahun untuk tenor 2 tahun. Pada tenor 4 tahun, modal dapat dicairkan jika telah mencapai 2 tahun.
Daya tarik lain terletak pada perpajakan. Kupon SBR dikenai pajak 10%, lebih rendah dibandingkan bunga deposito yang dipajaki hingga 20%.
Wafi menilai sentimen penjualan instrumen ini positif di tengah penerbitan SBR015. "Penjualan berpotensi kuat," ujarnya singkat.
Investor yang berminat perlu menyiapkan dana sebelum masa penawaran dibuka 28 September 2026. Pemantauan arah BI-Rate dan pergerakan rupiah menjadi kunci untuk memperkirakan besaran kupon final yang ditetapkan pemerintah.