Muhammad Hidayat Resmi Nakhodai PWI Pasuruan 2026-2029, Menang Aklamasi di Konfercab

Muhammad Hidayat resmi ditetapkan sebagai Ketua PWI Pasuruan masa bakti 2026-2029 dalam Konfercab di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti.
Penulis: Wahyu
Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:06:32 WIB

PASURUAN — Muhammad Hidayat resmi menjabat Ketua PWI Pasuruan untuk masa bakti 2026-2029. Penetapan dilakukan melalui Konfercab yang berlangsung di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti dan dipandu langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, H Lutfil Hakim.

Proses pemilihan berjalan cepat. Hanya butuh sekitar 1,5 jam, tercepat dibanding konfercab lain di Jawa Timur. Sebanyak 11 dari 13 anggota pemegang hak suara yang hadir bulat menyepakati keputusan tersebut.

Calon Tunggal, Sah Secara Organisasi

Pimpinan sidang pleno, H Machmud Suhermono, menegaskan bahwa penetapan Hidayat telah melalui verifikasi dan validasi berkas pendaftaran secara ketat. Statusnya sebagai calon tunggal tidak menghalangi proses tersebut.

"Berdasarkan peraturan organisasi, calon tunggal yang telah memenuhi syarat tetap sah terpilih menjadi ketua PWI Pasuruan, dan nama tersebut adalah Muhammad Hidayat dari Media Harian Memorandum," ujar Machmud sambil mengetuk palu sidang.

Rekonsiliasi Internal Jadi Prioritas Pertama

Usai resmi terpilih, Hidayat langsung memetakan langkah awal kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa menyatukan kembali seluruh elemen organisasi menjadi pekerjaan rumah yang paling mendesak.

"Pertama, kami ingin ada rekonsiliasi di tubuh PWI Pasuruan. Kesolidan harus tetap kita jaga karena dunia pers semakin kompleks dan berkembang, sehingga dibutuhkan kesatuan dan kekuatan di internal organisasi," ungkap Hidayat.

Fokus pada Kompetensi Jurnalis

Selain konsolidasi internal, program peningkatan kapasitas anggota juga masuk dalam agenda prioritas. Hidayat berkomitmen mendorong para jurnalis di Pasuruan untuk terus mengasah kemampuan profesional mereka.

Rencananya, PWI Pasuruan akan menggelar berbagai pelatihan dan uji kompetensi wartawan (UKW). Ia juga membuka peluang kerja sama dengan lembaga pendidikan guna memperkuat kapasitas tersebut.

"Dengan tetap mengedepankan etika jurnalistik dan mampu bersinergi bersama seluruh pihak," tambahnya mengenai arah organisasi ke depan.

Reporter: Wahyu