Presiden Prabowo Hadiri Penutupan Muktamar NU di Jombang, Apresiasi Peran Stabilitas Bangsa

Presiden Prabowo menghadiri penutupan Muktamar NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.
Penulis: Doni
Senin, 31 Agustus 2026 | 11:14:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Kunjungan Presiden ke Jombang kali ini merupakan rangkaian dari kehadirannya yang sebelumnya membuka langsung muktamar pada Jumat (27/8) lalu. Dalam sambutannya, Kepala Negara secara eksplisit menyebut NU sebagai institusi bersejarah yang berjasa besar dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

"Ini kehormatan besar bagi saya, Nahdlatul Ulama adalah institusi yang bersejarah yang sangat besar jasanya dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Presiden dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Penutupan muktamar yang digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum ini menjadi simbol penghormatan negara terhadap organisasi Islam terbesar di Tanah Air. Lebih dari sekadar seremoni, kehadiran Presiden dinilai sebagai pengakuan atas kontribusi nyata NU di tengah dinamika kebangsaan.

NU Penjaga Stabilitas di Tengah Krisis Bangsa

Presiden Prabowo tidak hanya mengenang jasa NU di masa lalu. Ia menegaskan posisi strategis organisasi yang didirikan pada 1926 ini sebagai kekuatan penjaga stabilitas nasional yang selalu hadir di setiap fase penting perjalanan bangsa.

"Nahdlatul Ulama hadir selalu dalam kejadian-kejadian bangsa ini. Dalam krisis-krisis bangsa ini Nahdlatul Ulama selalu hadir dan Nahdlatul Ulama yang menentukan stabilitas, keamanan, perdamaian, dan masa depan bangsa Indonesia," tegas Presiden pada Jumat lalu.

Pernyataan tersebut menempatkan NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan entitas politik-sosial yang perannya diakui di level tertinggi pemerintahan. Stabilitas yang dijaga NU disebut-sebut menjadi fondasi bagi pembangunan nasional yang sedang berjalan.

Menteri Pendamping dan Agenda Kenegaraan

Dalam lawatan kerjanya kali ini, Presiden Prabowo didampingi sejumlah pembantunya yang menandakan agenda ini turut membawa muatan pemerintahan. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Luar Negeri Sugiono terlihat dalam rombongan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya juga turut mendampingi Kepala Negara. Komposisi menteri yang hadir mengindikasikan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah pusat dan tokoh-tokoh berpengaruh di lingkungan NU.

Kehadiran para pejabat tinggi negara ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah dan ormas keagamaan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, khususnya terkait ketahanan pangan dan energi yang tengah menjadi fokus utama kabinet.

Reporter: Doni