Harga Pertamax Turbo dan Dexlite Naik per 1 September, Pertamina Patra Niaga Sebut Tiga Produk Terdampak
SPIRITBANGSA.COM — Penyesuaian harga ini diumumkan melalui keterangan resmi VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dan berlaku mulai pukul 00.00 WIB. Kebijakan ini hanya menyentuh tiga produk BBM non-subsidi, sementara Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tetap bertahan di harga lama.
Dexlite dan Pertamina Dex Alami Kenaikan Paling Drastis
Dari rincian yang dirilis, kenaikan harga Dexlite mencapai Rp 4.000 per liter atau sekitar 20,3%—tertinggi di antara produk lain. Kenaikan ini menempatkan Dexlite hampir setara dengan harga Pertamina Dex, menciptakan gap tipis antara kedua bahan bakar diesel tersebut.
Pertamina Dex naik Rp 4.050 dari Rp 21.150 menjadi Rp 25.200 per liter. Sementara Pertamax Turbo mengalami kenaikan paling moderat, hanya Rp 1.300 atau sekitar 7,1%.
Faktor Pemicu: Minyak Dunia dan Nilai Tukar Rupiah
Kitty menjelaskan penyesuaian harga mengacu pada formula yang ditetapkan pemerintah, yang menggabungkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta indikator lain seperti daya beli masyarakat pengguna BBM tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa mekanisme penetapan harga Pertamina Patra Niaga tetap berjalan dalam koridor regulasi yang berlaku.
"Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Non Subsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Non Subsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan resminya.
Kebijakan Selektif: Mengapa Hanya Tiga Produk
Keputusan memilih hanya tiga produk yang disesuaikan mencerminkan pendekatan hati-hati Pertamina terhadap kondisi sosial ekonomi. Pembiaran harga Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 mengindikasikan bahwa segmen tersebut masih memiliki ruang keekonomian yang lebih stabil atau pertimbangan daya beli konsumen yang lebih sensitif terhadap perubahan.
Sebagai perbandingan, konsumen yang bergantung pada Dexlite—umumnya kendaraan diesel komersial seperti truk dan armada logistik—akan merasakan beban tambahan sekitar Rp 4.000 per liter untuk setiap pengisian. Untuk tangki 80 liter, selisih biaya sekali isi mencapai Rp 320.000.
Komitmen Kualitas dan Imbauan Penggunaan Tepat Sasaran
Kitty menegaskan penyesuaian ini tidak mengubah komitmen Pertamina Patra Niaga terhadap kualitas produk dan layanan. Perusahaan juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan produk yang sesuai spesifikasi kendaraan agar konsumsi tepat sasaran.
Langkah ini setidaknya menjadi sinyal bagi pelaku usaha transportasi dan logistik untuk menghitung ulang struktur biaya operasional. Dengan harga Dexlite yang kini mendekati Pertamina Dex, keputusan pemilihan jenis BBM untuk armada perlu dievaluasi lebih cermat.
Bagi konsumen ritel, kenaikan ini layak diantisipasi dalam anggaran bulanan. Dengan ketidakpastian pergerakan harga minyak global dan nilai tukar, peluang penyesuaian lanjutan masih terbuka pada bulan-bulan berikutnya.