Polestar 4 SUV Meluncur sebagai Wagon Listrik, tapi Nasibnya di Indonesia Masih Tanda Tanya
SPIRITBANGSA.COM — Polestar mengejutkan dunia otomotif saat meluncurkan Polestar 4 pada 2023 — sebuah SUV fastback yang membuang kaca belakang dan memaksa pengemudi mengandalkan kaca spion. Keputusan itu membuat mobil ini terkesan terlalu niche. Kini pabrikan asal Swedia yang berada di bawah Geely itu menghadirkan varian baru bernama Polestar 4 SUV. Meski namanya SUV, secara visual mobil ini lebih mirip station wagon listrik berkat garis atap yang memanjang hingga ke bagian belakang.
Berita duka datang dari pasar Amerika Serikat. Polestar resmi meninggalkan pasar AS setelah model tahun 2026, akibat aturan Connect-Car Rule yang melarang perangkat lunak dan keras buatan China di dalam mobil yang dijual di negara tersebut. Polestar 4 SUV pun tidak akan pernah menginjakkan ban di jalanan Amerika.
Desain Lebih Konvensional, Kaca Belakang Kembali Hadir
Dari bagian depan, Polestar 4 SUV nyaris identik dengan saudara "coupe"-nya — lampu utama runcing dan bukaan grille trapesium di bumper. Namun perbedaan besar terletak pada proporsi tubuh. Atap yang diperpanjang mengubah total siluet mobil, memberikan tampilan yang lebih tradisional dan posisi berdiri yang lebih mantap. Di bagian belakang, lampu lebar penuh tetap dipertahankan, dan kini ada satu hal yang tampaknya inovatif padahal seharusnya standar: kaca belakang sungguhan.
Model ini hadir dengan kaca spion standar, tetapi pembeli tetap bisa memilih opsi spion digital. Bahan menunjukkan bahwa bentuk yang lebih kotak menambah sekitar satu inci ruang kepala penumpang belakang. Ruang bagasi juga meningkat signifikan, dari sekitar 19 kaki kubik pada versi coupe menjadi 23 kaki kubik dengan kursi belakang terpasang. Jika kursi dilipat, kapasitasnya mencapai 59 kaki kubik, naik dari 54 kaki kubik sebelumnya.
Fitur Baru: Atap Elektrokromik dan Mode Camping
Rel atap standar mampu menahan beban dinamis hingga 220 pound. Desain atap baru juga memungkinkan pemasangan panel kaca panoramik yang lebih besar, membentang hingga ke tailgate. Yang lebih menarik, Polestar 4 SUV menawarkan atap kaca elektrokromik yang tidak tersedia di versi coupe — bisa beralih dari transparan penuh, gelap total, atau hanya meneduhkan sebagian area tertentu hanya dengan sentuhan tombol.
Dua warna cat baru diperkenalkan: Aurora, silver kehijauan yang cerah, dan Ozone, silver keunguan. Sayangnya, semua foto resmi yang dirilis Polestar menampilkan mobil dengan warna putih yang membosankan.
Satu penambahan penting lainnya adalah mode Camping. Saat mobil diparkir, mode ini memberikan akses ke kontrol iklim, hiburan, dan pencahayaan ambient. Fungsi vehicle-to-load juga tersedia, memungkinkan mobil menyalakan perangkat listrik eksternal menggunakan baterai utama.
Performa dan Jangkauan yang Tidak Bisa Dikonfirmasi untuk Indonesia
Urusan powertrain, tidak ada yang berubah. Polestar 4 SUV menggunakan dua opsi yang sama dengan versi fastback: motor tunggal 268 hp dengan penggerak roda belakang, dan varian motor ganda dengan tenaga 536 hp. Baterai 94,0-kWh memberikan jangkauan hingga 391 mil untuk model penggerak roda belakang dan 372 mil untuk varian berpenggerak semua roda — angka-angka ini berasal dari siklus uji WLTP Eropa yang cenderung optimistis dibandingkan kondisi berkendara nyata.
Mengapa Polestar 4 SUV Tidak Hadir di AS dan Apa Artinya untuk Indonesia?
Keputusan Polestar meninggalkan pasar AS bukan tanpa alasan. Larangan dari pemerintah Amerika terhadap perangkat lunak dan keras buatan China membuat Polestar — yang merupakan anak perusahaan Geely asal China — tidak punya pilihan. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar bagi pasar Indonesia, mengingat merek-merek China kini mendominasi segmen EV di negara kita. Polestar belum mengumumkan rencana distribusi untuk Asia Tenggara, dan tidak ada indikasi resmi mengenai ketersediaan 4 SUV di pasar lokal.
Interior Berkelanjutan dengan Sentuhan Premium
Desain interior tidak berubah banyak dari versi coupe — layar sentuh besar dengan pendekatan minimalis yang bersih. Polestar tetap konsisten menggunakan material ramah lingkungan, termasuk kain sintetis dari plastik daur ulang. Pembeli juga bisa memilih kulit nappa Bridge of Weir yang diklaim sebagai produk sampingan industri makanan bebas krom, memenuhi standar kesejahteraan hewan yang ketat, dan dapat dilacak asal-usulnya.
Polestar 4 SUV akan diproduksi di Busan, Korea Selatan, dan mulai dijual pada kuartal keempat tahun ini. Bagi konsumen Indonesia yang penasaran dengan wagon listrik bergaya Eropa ini, kabar baiknya adalah pasar regional masih berpeluang — kabar buruknya, belum ada kepastian kapan mobil ini benar-benar bisa menyentuh showroom dalam negeri.