Film Jodoh di Tangan Mamak Hadirkan Aliando Syarief dan Marshanda dalam Drama Komedi Batak
SPIRITBANGSA.COM — PIM Pictures memperkenalkan proyek film terbarunya, Jodoh di Tangan Mamak, yang menggabungkan unsur komedi, romansa, dan konflik keluarga kental dengan tradisi Batak. Film ini menghadirkan Aliando Syarief dan Marshanda sebagai dua kakak-beradik yang saling bersaing urusan pernikahan di tengah hiruk-pikuk kehidupan urban Jakarta.
Sinopsis: Saat Urusan Jodoh Jadi Drama Keluarga
Aliando Syarief berperan sebagai Charles Nainggolan, pria keturunan Batak berusia 30 tahun yang lahir dan besar di Jakarta. Tekanan datang ketika keluarga besarnya mulai mendesak Charles untuk segera menikah, apalagi sang adik justru berencana melangkah ke pelaminan lebih dulu.
Persoalan yang semula murni urusan pribadi ini perlahan berkembang menjadi konflik keluarga. Perbedaan keinginan antargenerasi, ego masing-masing anggota, hingga pandangan hidup yang berbeda membuat situasi di rumah Charles semakin rumit sekaligus mengundang tawa.
Film ini disutradarai sekaligus diproduseri oleh Agustinus Sitorus, yang sebelumnya dikenal lewat film Wasiat Warisan. Aktor senior Mathias Muchus turut ambil bagian memerankan ayah Charles yang penyabar dan kerap menjadi penengah keluarga.
Meriam Bellina sebagai Mamak yang Dominan
Sosok Mamak Lasma yang tegas dan dominan namun sangat menyayangi keluarganya dipercayakan kepada aktris senior Meriam Bellina. Karakter ini menjadi pusat dari judul film, menggambarkan betapa besar pengaruh seorang ibu dalam urusan rumah tangga anaknya.
Aliando Syarief mengungkapkan bahwa karakter Charles yang ia perankan dekat dengan realitas banyak orang, terutama generasi muda yang kerap menghadapi intervensi keluarga dalam urusan pasangan hidup.
"Charles berada dalam situasi yang mungkin dekat dengan banyak orang, ketika urusan pasangan hidup tidak lagi hanya menjadi keputusan pribadi. Lewat karakter ini, ada sisi komedi sekaligus persoalan keluarga yang bisa dinikmati penonton," tutur Aliando Syarief.
Marshanda Jadi Pemicu Konflik di Keluarga
Marshanda didapuk memerankan Lidya, adik Charles yang berencana menikah lebih dahulu. Keputusan ini menjadi salah satu pemicu utama konflik dalam cerita, sekaligus mempercepat desakan keluarga kepada Charles untuk segera menyusul.
Lidya digambarkan sebagai sosok yang turut mewarnai dinamika keluarga Nainggolan. Perannya menjadi penyeimbang antara tuntutan orang tua yang konservatif dan cara pandang generasi muda yang lebih fleksibel soal pernikahan.
Aliando dan Marshanda bukan nama baru di industri film nasional. Keduanya sama-sama memulai karier dari layar kaca, dengan Aliando dikenal lewat sinetron Ganteng-Ganteng Serigala sementara Marshanda membintangi Bidadari sejak usia belia. Proyek ini menjadi salah satu ajang reuni kerja sama mereka di layar lebar setelah sekian lama berkarier di jalur masing-masing.
Tayang Perdana untuk Penonton Indonesia
Jodoh di Tangan Mamak mengusung genre drama komedi romantis keluarga yang menyasar penonton dari berbagai generasi. Perpaduan budaya Batak dengan kehidupan urban Jakarta menjadi daya tarik tersendiri yang jarang diangkat dalam film komedi mainstream.
Belum ada pengumuman resmi mengenai tanggal rilis pasti dari PIM Pictures. Namun antusiasme publik terhadap kolaborasi Aliando Syarief, Marshanda, dan Meriam Bellina diperkirakan akan menyambut hangat film ini begitu memasuki pemasaran.
Lewat suguhan yang menggabungkan humor keluarga dengan nilai tradisi, film ini diharapkan bisa memperkaya ragam cerita komedi Indonesia yang selama ini didominasi setting perkotaan semata.