Karhutla Lahan Gambut di Muaro Jambi Capai Hampir 100 Hektare, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Selama 20 Hari
MUARO JAMBI — Asap pekat masih menyelimuti kawasan lahan gambut di Sungai Gelam ketika prajurit TNI melintas di jalan raya pada Kamis (3/9/2026). Kondisi itu menjadi gambaran betapa sulitnya upaya pemadaman karhutla yang telah berlangsung lebih dari 20 hari di Kabupaten Muaro Jambi.
Luas lahan yang terbakar kini mendekati angka 100 hektare. Titik api tersebar di beberapa hamparan gambut yang kering, membuat api cepat menjalar ke area lain dan menyulitkan petugas di lapangan.
Akses dan Kondisi Gambut Jadi Hambatan Utama
Lokasi kebakaran yang berada di kawasan gambut dalam menjadi kendala klasik yang dihadapi regu pemadam. Medan yang tidak bisa dijangkau mobil pemadam membuat tim harus berjalan kaki sambil membawa peralatan manual seperti pompa jinjing dan alat semprot.
Petugas gabungan juga harus berhadapan dengan api yang menyala di bawah permukaan tanah. Kebakaran jenis ini sulit terdeteksi dari udara dan kerap muncul kembali setelah permukaan terlihat padam.
Tim dari BPBD Muaro Jambi, TNI, Polri, serta RPK perusahaan perkebunan di sekitar lokasi terus dikerahkan secara bergantian. Masyarakat setempat ikut turun membantu dengan peralatan seadanya.
Perusahaan Perkebunan dan Masyarakat Dilibatkan
Keterlibatan perusahaan perkebunan melalui RPK menjadi salah satu kunci percepatan penanganan. Regu ini membawa pasokan air dan peralatan berat yang tidak dimiliki oleh instansi lain di lokasi.
Partisipasi warga juga membantu petugas memetakan titik api baru yang kerap muncul di malam hari. Mereka yang lebih mengenal kontur lahan gambut setempat ikut menunjukkan jalur tercepat menuju lokasi kebakaran.
Asap Mengganggu Aktivitas Warga Sekitar
Kabut asap dari kebakaran ini mulai mengganggu aktivitas warga yang melintas di kawasan Sungai Gelam. Sejumlah pengendara terlihat mengenakan masker saat melintasi jalan yang dipenuhi asap tebal.
BPBD Muaro Jambi belum merilis data pasti jumlah warga yang terdampak gangguan pernapasan akibat kabut asap ini. Namun, petugas mengimbau warga membatasi aktivitas di luar ruangan dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami iritasi mata atau gangguan saluran pernapasan.
Tim gabungan hingga kini belum bisa memastikan kapan api akan sepenuhnya padam. Perubahan arah angin dan kondisi cuaca yang masih panas menjadi faktor penentu keberhasilan pemadaman dalam beberapa hari ke depan.