PARIGI — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda Desa Susu Tambu dan Sausu Auma, Kecamatan Sausu, Kabupaten Parigi Moutong, sejak sekitar pukul 14.00 pada Selasa (1/9). Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, lahan yang terdampak mencapai 3,5 hektare, terdiri dari 2 hektare kawasan hutan dan 1,5 hektare kebun warga.
Api di Kebun Warga Mulai Padam, Asap di Puncak Gunung Masih Mengepul
Pantauan BPBD hingga sore hari menunjukkan kobaran api di area kebun warga tidak lagi terlihat signifikan. Namun, satu titik kepulan asap masih tampak dari puncak gunung di kawasan hutan Sausu pada petang hari.
"Tentu kondisi itu bisa memicu kebakaran meluas. Hingga kini petugas terus melakukan pemantauan secara berkala," ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, di Parigi, Selasa.
Mengapa Petugas Belum Bisa Padamkan Titik Api di Puncak?
Petugas gabungan telah mengidentifikasi lokasi kepulan asap tersebut. Namun, akses menuju puncak gunung melewati medan yang terjal dan berbahaya. Saat hari mulai gelap, tim memutuskan tidak memaksakan diri demi keselamatan.
"Berbahaya kalau memaksakan diri. Keselamatan harus diutamakan saat menjalankan tugas, itu menjadi syarat utama," kata Rivai.
Pemadaman Manual oleh Tim Gabungan, Penyebab Masih Diselidiki
Pemadaman dilakukan dengan alat manual oleh tim gabungan yang melibatkan TNI, Polri, personel pemadam kebakaran, aparat desa, dan masyarakat setempat. Hingga berita ini diturunkan, penyebab karhutla belum diketahui.