Tabiang Barasok Bukittinggi Masuk 30 Besar Wonderful Indonesia Awards 2026
SPIRITBANGSA.COM — Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI resmi memilih Tapian Tabiang Barasok sebagai peraih 30 besar ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026. Destinasi yang berlokasi di Lapau Batu, Kelurahan Bukik Apik Puhun, Kota Bukittinggi ini lolos kurasi bersama Desa Simarasok asal Kabupaten Agam untuk mewakili Sumatera Barat di panggung nasional.
Kawasan ini dinilai sukses memenuhi 10 indikator seleksi ketat Kemenpar RI. Kriteria tersebut mencakup kelembagaan desa, tata kelola, atraksi, ekonomi, peran masyarakat, ketersediaan fasilitas, aksesibilitas, homestay, kemitraan, hingga adopsi ekosistem digital.
"Alhamdulillah, ini berkat kerjasama pentahelix seluruh unsur utamanya masyarakat dan pegiat wisata dibantu akademisi. Tapian Tabiang Barasok dan Simarasok menyisihkan puluhan nominator di Sumbar dan ratusan lainnya tingkat nasional," kata Praktisi Pariwisata Sumbar, Mochammad Abdi di Bukittinggi, Sabtu (05/09).
Daya Tarik Lanskap Tebing Berasap
Nama Tabiang Barasok memiliki arti "tebing berasap". Sebutan ini lahir dari fenomena alamiah berupa hamparan kabut awan tipis yang rutin menyelimuti dasar lembah serta dinding cadas Ngarai Sianok setiap hari.
Pemandangan kabut tebal yang melayang di antara tebing curam memberikan panorama dramatis bagi penikmat fotografi alam. Hawanya sejuk khas dataran tinggi Bukittinggi, menjadikannya pelarian tepat dari hiruk-pikuk pusat kota.
Lahan wisata ini terwujud berkat mandat tokoh adat setempat kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Prinsip Community Based Tourism (CBT) berjalan kuat lewat kerja bakti warga yang merintis dan memelihara area tebing secara swadaya.
Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Area terbuka yang lapang di tepian ngarai membuat Tabiang Barasok fleksibel untuk aneka agenda wisata kelompok maupun solo traveler. Ragam aktivitas yang lazim dilakukan pengunjung meliputi:
- Berkemah nyaman dengan konsep glamping atau kamping santai di tepi jurang ngarai berpagar aman.
- Pelatihan outdoor, program outbound instansi, serta agenda family gathering komunitas.
- Berburu foto lanskap matahari terbit berselimut halimun lembah.
- Belanja produk kriya lokal langsung dari pengrajin sulaman dan pembuat peci nasional di permukiman sekitar.
- Menikmati seduhan kopi lokal Bukittinggi di gerai-gerai UMKM warga setempat.
Dukungan Revitalisasi dan Fasilitas
Perjalanan destinasi ini sempat terancam tutup akibat bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah titik di Sumatera Barat beberapa waktu lalu. Ketekunan Pokdarwis dan warga Lapau Batu membuat fasilitas tapian tebing ini kembali pulih dan terus disambangi pelancong.
"Jujur saja kami masih merasa tidak percaya WIA dapat diraih, banyak perjuangan yang dilakukan warga Lapau Batu sejak 2024 dimulai. Kami kelola mandiri, banyak janji yang diberikan beberapa tokoh untuk membantu namun semua hampa. Dengan ini kami membuktikan Tabiang Barasok pantas diperjuangkan," ujar Ketua Pokdarwis Tabiang Barasok, Anton Sutan Rumah Panjang.
Pemerintah Kota Bukittinggi merespons pencapaian tersebut lewat kunjungan langsung wali kota, yang menyiapkan rencana alokasi bantuan pengembangan infrastruktur hingga Rp 1 miliar pada tahun depan guna membenahi fasilitas pendukung.
Tips Berkunjung ke Tapian Tabiang Barasok
Waktu terbaik menikmati fenomena kabut ngarai adalah pagi hari saat uap lembah masih menggantung pekat. Wisatawan disarankan mengenakan jaket hangat atau pakaian berlapis karena tiupan angin di bibir tebing cukup kencang.
Untuk rute perjalanan, lokasi Lapau Batu di Bukik Apik Puhun mudah diakses menggunakan kendaraan roda dua maupun mobil dari pusat jam gadang Bukittinggi. Pastikan membawa uang tunai untuk membeli produk kopi lokal dan cinderamata sulaman warga guna mendukung perputaran ekonomi komunitas setempat.
Wisatawan umumnya membutuhkan waktu singgah berkisar dua hingga empat jam untuk bersantai, sementara kegiatan bermalam glamping sangat ideal diambil saat akhir pekan.