Posyandu Jadi Garda Depan Cegah Stunting Anak, Ini Cara Kerjanya

Kader posyandu menimbang berat badan balita dalam pemantauan tumbuh kembang anak.
Penulis: Wahyu
Sabtu, 12 September 2026 | 09:21:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Angka stunting masih jadi pekerjaan rumah besar. Pemerintah menargetkan prevalensi turun ke 17,5 persen pada 2026, dan posyandu ditempatkan di garis terdepan untuk mewujudkannya.

Bagi ibu dengan anak balita, posyandu bukan sekadar tempat menimbang berat badan. Di sana tumbuh kembang anak dipantau sejak awal, sehingga risiko stunting bisa dideteksi lebih cepat.

Apa Itu Stunting dan Kenapa Harus Dicegah Sejak Dini

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan. Dampaknya bukan cuma badan pendek, tapi juga gangguan perkembangan otak dan daya tahan tubuh.

Karena itu, pemantauan rutin jadi kunci. Semakin cepat terdeteksi, semakin besar peluang anak kembali ke jalur pertumbuhan normal.

Peran Posyandu dalam Pemantauan Tumbuh Kembang

Posyandu jadi ujung tombak karena berada paling dekat dengan rumah warga. Setiap bulan, kader menimbang berat badan, mengukur tinggi badan, dan mencatat perkembangan anak di buku KIA.

Data itu lalu dibandingkan dengan standar pertumbuhan WHO. Kalau ada tanda berat badan tidak naik atau tinggi badan stagnan, kader bisa segera merujuk ke puskesmas.

  • Penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan rutin
  • Pencatatan di buku KIA untuk melihat tren pertumbuhan
  • Pemberian makanan tambahan bagi anak yang berisiko
  • Edukasi gizi dan pola asuh untuk ibu dan keluarga

Yang Bisa Ibu Lakukan di Rumah

Pemantauan di posyandu perlu didukung asupan gizi harian. Pastikan anak mendapat protein hewani seperti telur, ikan, atau ayam setiap hari, bukan hanya karbohidrat.

Jangan lewatkan jadwal imunisasi dan berikan ASI eksklusif sampai usia 6 bulan. Setelah itu, lanjutkan MPASI dengan menu bergizi seimbang.

Kalau anak sulit makan atau berat badannya tidak naik dua bulan berturut-turut, jangan tunggu jadwal posyandu berikutnya. Segera konsultasi ke puskesmas atau dokter anak.

Kapan Perlu ke Dokter

Ada tanda yang perlu diwaspadai: berat badan turun, anak lemas, sering sakit, atau tinggi badan jauh di bawah anak seusianya. Kondisi ini butuh penanganan tenaga kesehatan, bukan hanya pemantauan rutin.

Bawa buku KIA saat konsultasi. Catatan pertumbuhan di sana membantu dokter memahami riwayat anak dengan lebih cepat.

Dengan datang rutin ke posyandu dan menjaga asupan gizi di rumah, ibu punya dua lapis perlindungan sekaligus untuk mencegah stunting. Langkah kecil ini berdampak besar bagi masa depan anak.

Reporter: Wahyu