Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam di Laut Jawa, 107 Penumpang Selamat dan 130 Masih Dicari
JAKARTA, SPIRITBANGSA.COM — KM Virgo Transport 8 yang melayani rute Surabaya–Banjarmasin tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, setelah miring mendadak tanpa alarm pada Minggu (13/9/2026) dini hari. Tim SAR gabungan baru mengevakuasi 113 orang, terdiri dari 107 selamat dan 6 meninggal, sementara 130 penumpang lainnya masih dalam pencarian.
Kapal KM Virgo Transport 8 berangkat dari Pelabuhan Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) pukul 10.33 WIB dengan membawa total 243 penumpang. Kapal dilaporkan hilang kontak di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9/2026) pukul 02.00 WITA.
Menurut kesaksian penumpang yang selamat, kapal tiba-tiba miring cepat ke kiri tanpa alarm atau pemberitahuan apa pun. Sebelum penumpang sempat bereaksi, kapal sudah tenggelam. Insiden itu diduga dipicu hantaman ombak setinggi lebih dari 2 meter akibat cuaca buruk.
Evakuasi Berjalan, 130 Penumpang Belum Ditemukan
Basarnas mengonfirmasi tim SAR gabungan telah mengevakuasi 113 orang hingga Senin pagi. Rinciannya, 107 orang selamat dan 6 orang meninggal dunia.
Sementara itu, 130 orang lainnya masih dalam proses pencarian di lokasi kejadian. Jumlah korban dimungkinkan terus berubah karena operasi pencarian belum selesai.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers resmi, Senin (14/9/2026). Ia menegaskan pemerintah akan menginvestigasi kecelakaan ini secara menyeluruh melalui Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
"Pemerintah akan menginvestigasi secara menyeluruh melalui KNKT untuk memastikan penyebab kecelakaan secara objektif, sebagai dasar evaluasi dan pencegahan kejadian serupa," ujar Menhub Dudy Purwagandhi.
15 Armada Laut dan Udara Dikerahkan ke Lokasi
Basarnas mengerahkan 15 armada laut dan udara dari unsur gabungan. Terdiri dari 11 kapal, 1 helikopter, dan 3 pesawat.
Unsur yang terlibat antara lain KN SAR Laksamana (Basarnas), KRI Nala (TNI Angkatan Laut), KN Kunyit (Distrik Navigasi), TB Mahausaha 9, TB TCP, MP Haida, kapal dari Pelindo, dan 3 kapal Polri.
Penumpang yang dievakuasi dibawa ke dua titik. Sebagian ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur. Sebagian lain ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Di Pelabuhan Trisakti, keluarga korban berkumpul menanti kabar. Mereka menunggu informasi resmi soal nasib sanak saudara yang belum ditemukan.
Santunan Rp50 Juta Disiapkan untuk Ahli Waris
PT Jasa Raharja memastikan santunan meninggal dunia sebesar Rp50 juta akan diserahkan kepada ahli waris yang sah. Untuk korban luka yang menjalani perawatan, Jasa Raharja menjamin biaya perawatan maksimal Rp20 juta per korban.
Jaminan perawatan berlaku di RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah. Direktur Utama Jasa Raharja Muhammad Awaluddin turun langsung ke lapangan memastikan proses pendataan dan verifikasi berjalan cepat.
Gubernur Kalimantan Selatan juga memerintahkan rumah sakit memprioritaskan penanganan korban. Hingga Senin pagi, tim SAR masih beroperasi di perairan Masalembo.
Data korban dalam artikel ini dapat diperbarui sewaktu-waktu seiring berjalannya operasi pencarian.
Data Resmi Terbaru (Senin Pagi, 14 September 2026)
| Rute | Surabaya – Banjarmasin |
| Total penumpang | 243 orang |
| Berangkat | Sabtu, 12 September 2026, 10.33 WIB dari Pelabuhan Surabaya |
| Hilang kontak | Minggu, 13 September 2026, 02.00 WITA di perairan Masalembo, Laut Jawa |
| Selamat (dievakuasi) | 107 orang |
| Meninggal dunia | 6 orang |
| Masih dalam pencarian | 130 orang |
| Armada SAR | 15 unit (11 kapal, 1 helikopter, 3 pesawat) |
Unsur SAR yang Terlibat
- KN SAR Laksamana (Basarnas)
- KRI Nala (TNI Angkatan Laut)
- KN Kunyit (Distrik Navigasi)
- TB Mahausaha 9, TB TCP, MP Haida
- Kapal Pelindo dan 3 kapal Polri
Sebagian penumpang yang dievakuasi dibawa ke Pelabuhan Tuban, Jawa Timur, sebagian lain ke Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin — tempat keluarga korban berkumpul menanti kabar.
Santunan Jasa Raharja
- Santunan meninggal dunia: Rp50 juta per korban, diserahkan kepada ahli waris yang sah
- Jaminan biaya perawatan: maksimal Rp20 juta per korban, ditanggung di RSUD Ulin, RS TPT, dan RS Sultan Suryansyah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan melakukan investigasi menyeluruh terhadap penyebab kecelakaan.
Data korban masih dapat berubah karena proses pencarian masih berlangsung.