Target 2029 Membuat Jarak Antar Game Baru Lebih Pendek
SPIRITBANGSA.COM — Blizzard menyebut Diablo 5 saat ini mengincar rilis 2029. Jika target itu bertahan, jaraknya lebih singkat dibanding beberapa seri sebelumnya, dan Blizzard dapat menyiapkan cerita paling gelap dalam franchise tanpa memaksakan struktur Diablo 4.
Studio juga ingin memperkenalkan kembali Diablo setelah kekalahannya pada 2012's Diablo 3. Alih-alih menjadikan karakter utama sebagai bos tambahan, Blizzard memilih membangun game sendiri untuknya.
Perubahan Sistem Jadi Alasan Utama
Executive producer Matt Zitterman menjelaskan tim memulai dari pertanyaan mendasar: siapa pemain Diablo, apa yang mereka cari, dan bagian mana dari Diablo 4 yang perlu diperbaiki. Dari sana, ambisi Diablo 5 terbentuk lebih awal.
Zitterman juga menyebut tim meninjau contoh masa lalu, melihat apa yang berjalan baik di Diablo 4, serta mencari ruang perbaikan sebelum memutuskan bentuk proyek.
"changes that are just frankly hard to do in an expansion," kata Zitterman dalam wawancara dengan GameSpot. Menurut dia, sejumlah perubahan struktural tidak akan terasa wajar jika hanya dibungkus sebagai ekspansi.
Pilihan itu membuat Diablo 5 berdiri sebagai game baru, bukan update besar yang menempel pada fondasi lama.
Diablo Jadi Pusat Cerita
Blizzard ingin menempatkan Diablo sebagai antagonis utama, bukan sekadar nama besar di judul. Tim ingin menyamai, bahkan melampaui, cerita Lilith dan Mephisto yang menjadi tulang punggung Diablo 4.
"Diablo is the main villain," kata Zitterman. "We want to tell a story that's on par with--and hopefully exceeds--the story we told with Lilith and Mephisto."
"We needed to give him his own game," lanjutnya.
Pengumuman Awal untuk Menampung Umpan Balik
Blizzard juga menilai pengumuman dini membantu proses pengembangan. Dengan memperkenalkan game lebih cepat, tim bisa menyerap masukan pemain sebelum keputusan desain mengeras.
Zitterman menyebut menunggu terlalu lama justru menyulitkan tim untuk memakai umpan balik guna melakukan perubahan penting dan penyempurnaan di sepanjang pengembangan.
Blizzard menyebut umpan balik pemain sebagai bagian vital dari pengembangan Diablo 5. Karena itu, pengumuman di BlizzCon tidak hanya soal hype, tetapi juga pintu masuk untuk uji asumsi desain.
Combat Lebih Garang dan Class Lebih Banyak
Blizzard belum membuka semua detail, namun materi yang dibagikan mengisyaratkan combat yang lebih ferocious dan jumlah class lebih banyak dibanding seri sebelumnya. Salah satu contoh yang disebut adalah Plague Knight, class yang digambarkan mengandalkan kekuatan menjijikkan untuk selalu selangkah lebih cepat dari pasukan iblis Diablo.
Blizzard belum merinci daftar class, namun arah informasinya menunjukkan variasi pilihan karakter akan lebih luas dibanding seri sebelumnya.
Bagi komunitas Indonesia, keputusan ini berarti Diablo 4 tetap relevan untuk pemain aktif, sementara Diablo 5 menjadi proyek terpisah dengan ekspektasi cerita dan sistem baru.
Pemain kini menanti apakah target 2029 bertahan, serta seberapa besar umpan balik BlizzCon benar-benar mengubah arah pengembangan. Jika Blizzard konsisten dengan penjelasan di BlizzCon, Diablo 5 bukan pengganti Diablo 4, melainkan langkah terpisah yang membawa beban cerita lebih berat.