Cara Turun BB Tanpa Stop Gula 100 Persen, Ini Saran Dokter Gizi
SPIRITBANGSA.COM — Banyak ibu muda terjebak dalam diet ekstrem saat ingin menurunkan berat badan pasca-melahirkan atau sekadar mengembalikan bentuk tubuh. Langkah paling populer adalah "cut off" gula pasir secara total dari menu harian.
Pendekatan ini sering kali keliru karena menyamakan semua jenis gula dan sumber energi. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menegaskan bahwa berhenti konsumsi gula sepenuhnya bukan syarat wajib untuk kurus.
Risiko Fatal Diet Nol Karbohidrat Mendadak
Kesalahan umum terjadi ketika seseorang berniat mengurangi gula tambahan, namun malah menghentikan seluruh sumber karbohidrat kompleks. Nasi, ubi, hingga buah-buahan ikut disetop dari piring makan.
Akibatnya, tubuh kehilangan pasokan glukosa utama sebagai bahan bakar otak dan otot. Kondisi ini disebut hipoglikemia, yaitu penurunan kadar gula darah di bawah batas normal secara drastis.
Dampaknya tidak sepele. Otak kekurangan nutrisi dan oksigen sehingga fungsi kognitif menurun. Ibu mungkin merasa lemot, susah fokus mengurus anak, hingga berisiko pingsan tiba-tiba.
"Kalau mau turun berat badan bukan berarti harus stop gula 100 persen, nggak ada gulanya sama sekali," tegas dr Yaze dalam sesi live TikTok detikHealth pada Kamis (10/9/2026).
Metode Pengurangan Bertahap yang Aman
Alih-alih melakukan eliminasi total, dr Yaze menyarankan strategi pengurangan dosis secara perlahan. Tubuh membutuhkan adaptasi terhadap perubahan pola makan agar metabolisme tetap stabil.
Prinsip utamanya adalah konsistensi, bukan kesempurnaan instan. Mulailah dengan mengurangi porsi gula pasir atau makanan manis berlebih, lalu turunkan frekuensinya secara berkala.
"Jadi tipsnya kalau mau ngurangin gula ya pelan-pelan. Dari 70 persen ke 50 persen, terus ke 30 persen," jelas dokter yang kerap memberikan edukasi gizi tersebut.
Mengurangi gula sebesar 30-50 persen saja sudah memberikan dampak signifikan bagi kesehatan tanpa mengorbankan energi harian. Metode ini mencegah efek samping seperti lemas atau gangguan konsentrasi.
Jaga Sumber Energi Alami Tetap Ada
Penting untuk membedakan antara gula tambahan (seperti sirup, kue, minuman kemasan) dengan gula alami dari buah dan karbohidrat kompleks. Keduanya memiliki peran berbeda dalam tubuh.
Gula alami dari buah disertai serat yang memperlambat penyerapan glukosa, menjaga kadar gula darah tetap stabil. Sementara nasi atau ubi menyediakan energi tahan lama untuk aktivitas fisik dan mental.
Menghilangkan keduanya bersamaan hanya akan membuat tubuh "kelaparan" energi. Untuk ibu yang aktif mengurus rumah tangga dan anak, ketersediaan glukosa sangat krusial.
Kapan Harus Konsultasi ke Ahli?
Jika mengalami gejala seperti keringat dingin mendadak, gemetar, jantung berdebar kencang, atau bingung setelah makan terlambat, segera cek kadar gula darah.
Sebaiknya konsultasikan rencana diet dengan ahli gizi atau dokter spesialis sebelum memulai program penurunan berat badan ketat. Personalisasi menu penting mengingat kondisi hormonal setiap ibu berbeda.
Menurunkan berat badan adalah proses maraton, bukan sprint. Fokus pada perbaikan kualitas nutrisi, bukan sekadar angka di timbangan atau larangan total yang membahayakan nyawa.