Wisata Religi Bali Makin Diminati, Kemenag Raih Penghargaan di Sanur

Menteri Agama Nasaruddin Umar meraih penghargaan "Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development" dalam 11th Bali Tourism Awards 2026.
Penulis: Rendra
Selasa, 15 September 2026 | 11:01:31 WIB

SPIRITBANGSA.COM

Rekognisi Nasional untuk Destinasi Spiritual

Menteri Agama Nasaruddin Umar didaulat sebagai "Bali Top Hospitality Leader in Religious Tourism Development" dalam ajang 11th Bali Tourism Awards 2026. Anugerah ini diberikan oleh Indonesia Travel & Tourism Awards (ITTA) Foundation sebagai bentuk apresiasi atas kepemimpinan dan dedikasi Kementerian Agama dalam memajukan sektor pariwisata spiritual.

Staf Khusus Bidang Kerukunan Gugun Gumilar hadir mewakili Menag menerima piagam tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan rekognisi nyata atas kontribusi pemerintah dalam mengembangkan potensi wisata berbasis keagamaan, khususnya destinasi Hindu di Pulau Dewata serta berbagai agama lain di Indonesia.

Kerukunan Jadi Prasyarat Utama Pariwisata

Gugun menjelaskan bahwa kemajuan wisata religi tidak terlepas dari upaya bersama antara pemerintah dan umat beragama dalam merawat moderasi. Indeks kerukunan nasional yang mencapai titik tertinggi pada 2025 menjadi fondasi kuat bagi tumbuhnya kepercayaan wisatawan terhadap destinasi spiritual.

"Kerukunan adalah prasyarat pembangunan. Jadi kerukunan tidak hanya berdampak pada pengembangan wisata religi, tapi juga sektor-sektor pembangunan yang lain," ujar Gugun Gumilar di Sanur.

Pernyataan ini menyoroti hubungan simbiosis antara stabilitas sosial dan daya tarik wisata. Bagi traveler, suasana rukun dan aman menjadi faktor penentu kenyamanan saat mengunjungi pura, masjid, atau situs sejarah keagamaan lainnya di Bali maupun daerah lain.

Dampak Nyata bagi Penjelajah Budaya

Bagi wisatawan yang merencanakan trip keluarga atau solo, dukungan kebijakan seperti ini berarti adanya standarisasi pelayanan dan fasilitas yang lebih baik di situs-situs religi. Pengembangan yang terarah memastikan pengalaman kunjungan tetap khidmat namun ramah bagi pengunjung awam.

Potensi wisata religi kini bukan sekadar ziarah, melainkan paket edukasi budaya yang utuh. Dengan adanya pengakuan level nasional, kolaborasi antar-pemangku kepentingan diharapkan semakin intensif dalam menciptakan atraksi yang informatif dan menghormati nilai sakral setempat.

Informasi terkini mengenai jadwal kunjungan khusus atau event keagamaan di Bali dapat dikonfirmasi melalui dinas pariwisata setempat atau portal resmi Kementerian Agama untuk menghindari benturan dengan hari raya adat.

Reporter: Rendra