Google soal iPhone Duo: Android Sudah Lebih Dulu di Foldable

Presiden Android Ecosystem Google, Sameer Samat, menanggapi masuknya Apple ke pasar ponsel lipat.
Penulis: Farah
Rabu, 23 September 2026 | 11:21:02 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Presiden Android Ecosystem Google, Sameer Samat, menyebut kehadiran iPhone Duo sebagai pengakuan bahwa pasar foldable memang layak diperhitungkan. Pesaing anyar Apple itu dijadwalkan buka pre-order 16 Oktober, dengan riset Counterpoint memperkirakan Apple langsung menguasai sekitar 25% pangsa pasar di tahun pertama dan menembus 40% pada akhir 2027. Samat menegaskan Android sudah lebih dulu membuktikan form factor ini lewat Galaxy Z Fold 8 yang ia pakai harian.

Perbincangan soal iPhone Duo tidak hanya ramai di kalangan pengguna, tapi juga sampai ke meja Google. Dalam sesi wawancara yang awalnya membahas dorongan Googlebook, Sameer Samat selaku Presiden Android Ecosystem Google diminta menanggapi langkah Apple masuk ke pasar ponsel lipat. Jawabannya cukup lugas: keterlambatan Apple bukan hal baru, dan Android sudah lama berada di sana.

Android Sudah Lebih Dulu, Apple Menyusul Jauh di Belakang

Samat tidak menampik bahwa Apple datang terlambat. Galaxy Fold pertama sudah meluncur pada 2019, sementara iPhone Duo baru masuk ke pasar tahun ini. Bahkan Samsung sempat menyindir Apple lewat unggahan di media sosial usai acara September Apple, dengan kalimat yang menyebut Apple baru menghangatkan sisa masakan mereka.

Menurut Samat, keterlambatan itu justru menegaskan posisi Android sebagai pihak yang lebih dulu membaca arah pasar.

"Saya rasa bagus melihat makin banyak pihak menyadari setelah sekian lama bahwa ruang foldable adalah tempat yang menjanjikan. Dan Android biasanya jadi tempat Anda melihat masa depan lebih dulu," ujar Samat.

Klaim itu bukan tanpa dasar. Android lebih dulu mengadopsi berbagai bentuk lipatan, termasuk format passport lebar yang kini dipakai iPhone Duo. Samat sendiri mengaku rutin memakai Galaxy Z Fold 8 dan menyebut perangkat itu banyak membantunya bekerja.

"Fold 8 adalah perangkat yang luar biasa. Saya sering memulai pekerjaan produktif di perangkat itu, lalu berpindah ke laptop," katanya.

Ancaman Nyata: Apple Diprediksi Kuasai 25% Pasar di Tahun Pertama

Meski Android punya head start, bukan berarti Apple datang tanpa amunisi. Riset Counterpoint memperkirakan Apple akan langsung meraih sekitar 25% pangsa pasar foldable pada tahun pertama, lalu tumbuh hingga 40% pada akhir 2027. Faktor ekosistem jadi alasan utama di balik proyeksi itu.

Pengguna yang sudah terikat dalam ekosistem Apple memang lama menunggu kehadiran perangkat lipat dari perusahaan tersebut. Salah satu komentar pembaca yang dikutip dalam laporan itu menggambarkan hal ini dengan gamblang: mereka sudah mencoba Galaxy Z Fold 5 dan Fold 6, tapi tetap tidak bisa pindah sepenuhnya ke Android karena terikat perangkat Apple lain.

Samat sendiri tidak terlihat gentar. Ia justru yakin kehadiran iPhone Duo akan membawa efek halo bagi perangkat lipat Android, karena minat terhadap kategori ini akan ikut naik secara keseluruhan.

"Saya rasa ini menunjukkan sesuatu yang sudah lama kami ketahui di ekosistem Android, yaitu bahwa ruang foldable, form factor lipat ini, memang luar biasa," ujarnya.

Keunggulan Apple di Dukungan Aplikasi Layar Besar

Satu area di mana Apple berpotensi unggul adalah dukungan aplikasi untuk layar lipat yang lebih besar. Apple secara khusus menyebut Slack sebagai salah satu aplikasi yang sudah dioptimalkan saat acara peluncuran. Sebaliknya, di perangkat lipat Android, Slack masih tampil seperti aplikasi ponsel yang diregangkan.

Samat mengakui masih ada pekerjaan rumah di sisi ini. Ia menyebut masuknya Apple bisa jadi pendorong bagi pengembang untuk lebih serius berinvestasi di form factor lipat.

"Saya rasa saat form factor ini makin populer, pengembang menyadari ada makin banyak nilai untuk berinvestasi di dalamnya. Salah satu hal yang kami lakukan adalah membuat alatnya lebih sederhana dan mudah bagi mereka. Tentu ada aplikasi yang belum bertransisi, entah sedang dikerjakan atau sedang kami ajak bicara, tapi ada juga ribuan aplikasi yang sudah," kata Samat.

Salah satu contoh yang dibahas adalah TikTok, yang menurut pengujian berjalan mulus di Galaxy Z Fold 8. Pengalaman menonton terasa imersif di layar luar, sementara di layar dalam pengguna bisa menggulir video di sisi kiri dan membaca komentar di sisi kanan. Aplikasi buatan Google sendiri seperti Gmail dan YouTube juga sudah dioptimalkan penuh untuk perangkat lipat.

"Kami bisa memilih satu dua aplikasi yang hanya ada di satu platform atau platform lain, tapi kenyataannya form factor ini sedang diminati. Ini tumbuh, bahkan sebelum beberapa pekan terakhir, dan saya senang melihat makin banyak pihak bergabung ke pesta yang sekarang sudah jelas ini," ujar Samat.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Klaim Samat soal Android "lebih dulu melihat masa depan" perlu diuji dengan realita adopsi aplikasi, di mana Apple masih unggul di beberapa kasus seperti Slack.
  • Proyeksi Counterpoint soal 25% pangsa pasar Apple di tahun pertama masih estimasi, belum angka penjualan riil.
  • Harga dan ketersediaan resmi iPhone Duo di Indonesia belum disebut dalam bahan ini.
  • Efek halo yang diharapkan Samat terhadap perangkat lipat Android sifatnya spekulatif, belum ada data penjualan yang membuktikan.

Reporter: Farah