SPIRITBANGSA.COM — Ceer resmi meluncurkan Exobot, mobil listrik pertama buatan Arab Saudi, dalam acara yang dihadiri Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Dua model perdana, sedan dan SUV, dijadwalkan mulai dijual di pasar domestik pada awal 2027. Peluncuran ini menjadi tonggak strategi diversifikasi ekonomi kerajaan dari sektor minyak.
Perusahaan otomotif nasional Arab Saudi, Ceer, memperkenalkan lini kendaraan listrik perdananya bertajuk Exobot. Acara peluncuran berlangsung di hadapan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, yang juga menjabat Perdana Menteri sekaligus Ketua Dewan Direksi Public Investment Fund (PIF).
Exobot hadir dalam dua bentuk bodi sekaligus: sedan dan SUV. Keduanya direncanakan masuk jalur produksi dan mulai dijual di Arab Saudi pada awal 2027.
Dua Model dengan Pintu Gullwing dan Tanpa Pilar Tengah
Secara desain, kedua model mengusung bahasa stilistik futuristik yang disebut mengingatkan pada kendaraan dalam film fiksi ilmiah "Tron". Elemen paling mencolok adalah pintu gullwing dan absennya pilar tengah antara baris kursi depan dan belakang.
Menurut CEO Ceer Jim DeLuca, konstruksi seperti itu dimungkinkan berkat penggunaan material berkekuatan tinggi untuk menopang struktur bodi.
"Kami ingin memastikan dunia bisa melihat apa yang mampu dilakukan Arab Saudi," kata DeLuca, seperti diberitakan Reuters.
Target Tujuh Model dalam Lima Tahun
Ceer tidak berhenti pada dua model perdana. Pabrikan menargetkan merilis tujuh model dalam lima tahun ke depan, dengan lima di antaranya merupakan model mainstream yang akan hadir antara 2028 dan 2030.
Seluruh kendaraan dirancang memenuhi regulasi global agar bisa dijual lintas pasar. Ekspansi bertahap direncanakan ke negara-negara sekitar pada 2028, lalu merambah seluruh kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara hingga 2034.
Lini produk yang awalnya murni berbasis listrik akan diperluas mencakup plug-in hybrid dan mesin pembakaran. Langkah ini diambil untuk mengikuti pergeseran permintaan pasar, ujar DeLuca.
Produksi di Fasilitas Otomotif Terbesar Timur Tengah
Seluruh kendaraan Ceer akan diproduksi di Ceer Manufacturing Complex (CMC), yang diklaim sebagai kompleks otomotif terbesar di Timur Tengah. Ceer memproyeksikan kontribusi sebesar US$8 miliar atau setara Rp142,3 triliun (kurs Rp17.788) terhadap PDB Arab Saudi, serta US$21 miliar atau sekitar Rp373,5 triliun terhadap neraca dagang pada 2034.
Ceer merupakan perusahaan patungan antara PIF dan Foxconn asal Taiwan. Foxconn menyediakan arsitektur elektrik, BMW menangani rekayasa teknik, sementara jaringan pemasok lokal tumbuh berkat insentif pemerintah. Sejumlah nama seperti Lear dari Amerika Serikat, Shin Young dari Korea, Benteler dari Jerman, dan Fangxin dari China membangun pabrik di Arab Saudi untuk mendukung rantai pasok ini.
Meluncur di Tengah Tekanan Pabrikan China
Peluncuran Exobot berlangsung saat industri mobil global tengah bergejolak. Pabrikan China terus menggerus pangsa pasar rival tradisional dan memimpin pengembangan kendaraan listrik.
DeLuca menyadari risiko yang dihadapi Ceer. Sejumlah startup EV seperti Fisker, Arrival, dan Lordstown tumbang dalam beberapa tahun terakhir. VinFast asal Vietnam, tempat DeLuca sebelumnya menjabat CEO, kini tengah restrukturisasi setelah menghabiskan miliaran dolar untuk ekspansi.
"Kami ingin memastikan kami bergerak sangat metodis. Hanya butuh satu kesalahan dan Anda bisa mematikan startup," ujar DeLuca.