Fadli Zon Ajak Mahasiswa IPB Kembangkan Ekonomi Budaya, Singgung Batas Kekayaan Alam
SPIRITBANGSA.COM — Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengajak mahasiswa menjadikan kekayaan budaya Indonesia sebagai sumber ekonomi berkelanjutan, menyusul keterbatasan sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas. Ajakan itu disampaikan saat menutup Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 27 September. Menurut Fadli, budaya bisa terus hidup asal ada masyarakat yang merawat dan meneruskannya.
Pandangan itu disampaikan Fadli saat menghadiri penutupan Gebyar Nusantara 2026 di IPB University, Bogor, Jawa Barat, Minggu, 27 September. Kegiatan yang melibatkan berbagai organisasi mahasiswa daerah tersebut sudah berlangsung selama 23 tahun.
Membangun Ekosistem Ekonomi Budaya
Fadli menekankan perlunya membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Ia menyebut sumber daya alam punya batas, sedangkan budaya bisa terus hidup asal ada manusia yang menggelutinya.
"Kita perlu membangun ekosistem budaya dan ekonomi budaya yang berkelanjutan. Sumber daya alam seperti batu bara, nikel, dan emas memiliki keterbatasan, tetapi budaya dapat terus hidup selama ada pegiatnya, ada manusianya, dan ada sumber dayanya," kata Fadli.
Menurutnya, perguruan tinggi dan mahasiswa memegang peran penting dalam menjaga sekaligus mengembangkan kekayaan budaya Indonesia. Pelestarian budaya butuh generasi penerus yang mampu mengolah pengetahuan dan tradisi menjadi karya baru.
Fadli juga mengapresiasi konsistensi IPB University, khususnya Kementerian Seni dan Budaya BEM serta organisasi mahasiswa daerah, yang terus menyelenggarakan Gebyar Nusantara.
"Gebyar Nusantara telah berlangsung selama 23 tahun dan menjadi ruang apresiasi, kreasi, serta ekspresi budaya bagi generasi muda. Saya senang dapat hadir dan melihat langsung bagaimana mahasiswa ikut mengambil bagian dalam memajukan kebudayaan nasional Indonesia," ujarnya.
Budaya Bukan Cuma Kesenian
Fadli mengingatkan kebudayaan tidak hanya mencakup kesenian. Ada pula bahasa, tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, pangan lokal, permainan rakyat, olahraga tradisional, dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.
Dalam kegiatan tersebut, Fadli menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam pemajuan kebudayaan sebagaimana diamanatkan Pasal 32 Ayat (1) UUD 1945. Ia berharap kegiatan serupa terus memberi ruang bagi mahasiswa untuk berkarya dan mengembangkan budaya daerah.
Miniatur Indonesia di Kampus IPB
Wakil Rektor I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan IPB University Deni Noviana mengatakan Gebyar Nusantara mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah dengan latar budaya yang berbeda.
"Melalui Gebyar Nusantara, mahasiswa membawa bahasa, busana, tarian, dan cita rasa dari berbagai penjuru tanah air," kata Deni.
Ia berharap kegiatan tersebut menghasilkan karya kreatif mahasiswa yang berakar pada budaya Indonesia dan mampu bersaing di tingkat internasional.
Presiden Mahasiswa BEM IPB University Muhammad Abdan menyebut keberlangsungan Gebyar Nusantara didukung sekitar 70 organisasi mahasiswa daerah. Keberadaan organisasi itu memungkinkan mahasiswa saling mengenal budaya daerah lain melalui kegiatan bersama.
"Gebyar Nusantara merupakan miniatur Indonesia karena mempertemukan berbagai kultur untuk saling mengenal, memahami, dan merajut hubungan," ujarnya.
Gebyar Nusantara 2026 berlangsung pada 5–27 September. Rangkaian acaranya meliputi perlombaan, pameran busana dan kuliner Nusantara, stan kebudayaan, Jelajah Nusantara, serta pemilihan Putra Putri Organisasi Mahasiswa Daerah.
Ajakan Fadli menempatkan kebudayaan sebagai alternatif penggerak ekonomi di tengah tekanan sektor komoditas. Bagi mahasiswa, ruang berkarya di kampus dinilai bisa jadi titik awal mengolah tradisi daerah menjadi produk kreatif yang bernilai jual.