Kabut Asap Selimuti Jambi, Omzet Wisata Danau Sipin Turun 30 Persen
SPIRITBANGSA.COM — Kabut asap yang melanda Provinsi Jambi menekan pendapatan kawasan wisata Danau Sipin hingga sekitar 30 persen sepanjang Agustus-September 2026. Penurunan ini terjadi karena wisatawan mengurangi aktivitas di luar ruang saat kualitas udara memburuk dan jarak pandang terbatas. Destinasi berbasis alam di Jambi paling terdampak, sementara Candi Muaro Jambi masih relatif stabil.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi mencatat penurunan omzet sekitar 30 persen di kawasan wisata Danau Sipin selama periode Agustus hingga September 2026. Angka itu disampaikan Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata, Dr. Novita Erlinda, sebagai gambaran langsung dampak kabut asap terhadap sektor pariwisata daerah.
Danau Sipin yang selama ini jadi ruang terbuka favorit warga kota kini sepi pengunjung. Kabut asap memaksa wisatawan menimbang ulang rencana beraktivitas di luar rumah, terutama saat jarak pandang menurun dan kualitas udara tidak sehat.
Mengapa Danau Sipin Paling Terdampak
Danau Sipin mengandalkan aktivitas luar ruang, mulai dari duduk santai di tepian hingga olahraga pagi. Ketika kabut asap pekat, kenyamanan dan kesehatan pengunjung jadi pertimbangan utama sebelum berangkat.
Novita menyebut pola serupa berlaku untuk destinasi wisata alam lain di Jambi. "Secara fakta, ketika terjadi kabut asap, masyarakat lebih banyak memilih berada di rumah. Ini tentu berpengaruh terhadap destinasi yang aktivitasnya berada di luar ruangan, apalagi sebagian besar potensi wisata Jambi memang berbasis alam," katanya.
Destinasi Alam yang Berpotensi Terdampak
Sejumlah kawasan wisata alam di Jambi masuk daftar pantauan karena bergantung pada aktivitas terbuka. Hutan pinus dan jalur pendakian Gunung Kerinci termasuk yang berpotensi terdampak kondisi kabut asap.
Pendakian Gunung Kerinci memang menuntut jarak pandang jelas dan udara bersih. Ketika kabut asap menutup pandangan, risiko pendakian meningkat dan minat wisatawan biasanya ikut turun.
Candi Muaro Jambi Jadi Alternatif
Tidak semua destinasi mengalami penurunan signifikan. Candi Muaro Jambi tetap berjalan seperti biasa karena punya museum dan studio sebagai pilihan aktivitas dalam ruangan.
"Kalau di Candi Muaro Jambi, ada museum dan studio sehingga aktivitas wisata tidak sepenuhnya bergantung pada ruang terbuka. Sejauh ini masih berjalan seperti biasa dan penurunannya tidak terlalu signifikan," jelas Novita.
Bagi traveler yang tetap ingin berkunjung ke Jambi saat kabut asap, kawasan Candi Muaro Jambi bisa jadi opsi aman. Selain area candi, pengunjung dapat mengalihkan aktivitas ke museum dan studio ketika kondisi luar ruang kurang mendukung.
Yang Perlu Diperhatikan Traveler
Kabut asap membuat wisatawan perlu lebih selektif memilih waktu dan lokasi kunjungan. Destinasi berbasis alam sebaiknya ditunda sampai kualitas udara membaik, terutama bagi keluarga dengan anak kecil atau lansia.
Untuk destinasi dalam ruangan seperti museum, kunjungan masih memungkinkan dengan tetap memantau kondisi udara harian. Informasi terkini soal status destinasi dapat dikonfirmasi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi atau pengelola kawasan masing-masing.
Penurunan omzet 30 persen di Danau Sipin menunjukkan sektor pariwisata Jambi sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Selama kabut asap berlanjut, destinasi luar ruang akan terus jadi yang pertama merasakan dampaknya.