IHSG Ditutup Melemah 0,43% ke 6.121, Saham Teknologi dan Properti Jadi Pemberat

IHSG ditutup melemah 0,43% ke level 6.121 pada perdagangan Selasa (29/9/2026).
Penulis: Farah
Rabu, 30 September 2026 | 08:40:32 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (29/9/2026) di level 6.121, turun 0,43% dari posisi sebelumnya. Pelemahan indeks dipicu tekanan pada saham teknologi, properti, dan energi yang masing-masing terkoreksi hingga 3,36%, 1,31%, dan 1,09%. Nilai transaksi harian tercatat Rp 13,23 triliun dengan volume 38,33 miliar saham diperdagangkan.

Pergerakan IHSG sepanjang sesi Selasa (29/9/2026) nyaris menyentuh titik terendah harian di 6.013. Level tertinggi intraday sempat tersentuh di 6.150 pada siang hari sebelum indeks berbalik melemah hingga penutupan.

Tekanan jual yang masif tercermin dari volume perdagangan yang mencapai 38,33 miliar saham. Frekuensi transaksi tercatat 1,8 juta kali dengan nilai penyelesaian Rp 13,23 triliun.

Saham Teknologi Paling Tertekan

Sektor teknologi menjadi pemberat utama dengan koreksi mencapai 3,36%. Disusul sektor properti yang turun 1,31% dan sektor energi melemah 1,09%.

Dari sisi breadth pasar, mayoritas saham mencatatkan penurunan. Sebanyak 373 saham melemah, sementara 303 saham berhasil menguat. Sisanya, 118 saham bergerak stagnan tanpa perubahan harga.

Posisi Indeks di Level Kunci

Level 6.121 menjadi posisi penutupan yang perlu dicermati pelaku pasar. Sepanjang hari, IHSG bergerak dalam rentang 6.013 hingga 6.150.

Jarak antara level terendah harian dan penutupan menunjukkan indeks masih mampu bertahan di atas 6.100 meski tekanan jual berlangsung sepanjang sesi.

Rekomendasi untuk Sesi Berikutnya

Pelemahan yang terjadi pada saham teknologi, properti, dan energi menjadi indikator sektor mana yang perlu dicermati investor. Ketiga sektor tersebut mencatat tekanan jual paling dalam pada perdagangan kemarin.

Nilai transaksi Rp 13,23 triliun dengan volume 38,33 miliar saham menunjukkan likuiditas pasar masih terjaga. Investor dapat mencermati apakah tekanan jual berlanjut atau terjadi rebound teknikal pada sesi berikutnya.

Reporter: Farah