SPIRITBANGSA.com - Bersempenaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Kota Pekanbaru kolaborasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru melaksanakan program Supervisi Fasilitatif Pembudayaan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program Dinkes yang diagendakan berlangsung selama satu bulan penuh sepanjang Oktober ini diusung demi menyukseskan visi bersama, yakni mewujudkan "Pesantren Pekanbaru Aman".

Kunjungan dilakukan di Pondok Pesantren Ummul Quro Pekanbaru, Jumat (2/10/2026). Pimpinan Ponpes Ummul Quro, Ustadz Naufal, beserta jajaran pengasuh dan santri menyambut kedatangan tim gabungan yang dipimpin Kasi PD Pontren Kemenag Pekanbaru H. Zulfa Hendri, Kabid Kesmas Dinkes Pekanbaru Indawati, serta perwakilan medis Puskesmas Simpang Baru.

Di sela peninjauan area pondok, H. Zulfa Hendri menekankan pentingnya penguatan kebiasaan hidup bersih di lingkungan lembaga pendidikan keagamaan. Momen HSN 2026 dinilainya sebagai pijakan tepat untuk mentransformasi pesantren agar tak sekadar mencetak generasi religius, tetapi juga menjadi contoh kawasan belajar yang higienis.

"Semangat Hari Santri tahun ini harus kita wujudkan melalui aksi nyata. Pesantren perlu membuktikan diri sebagai pelopor kesehatan lingkungan, tempat para santri dapat menimba ilmu dengan aman, sehat, dan nyaman," tegas Zulfa Hendri saat memberikan arahannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Kesmas Dinkes Kota Pekanbaru Indawati memaparkan fokus utama supervisi ini yang lebih mengedepankan pola pendampingan ketimbang sekadar inspeksi. Tim menyisir berbagai fasilitas vital santri, mulai dari ketersediaan air bersih, kelayakan sanitasi MCK, kebersihan asrama santri, hingga ketersediaan sarana cuci tangan di titik-titik krusial. Selain itu, aspek gizi dan kelayakan Dapur Pondok serta kantin tak luput dari pemeriksaan higienitas.

Melengkapi pendampingan teknis tersebut, Puskesmas Simpang Baru mengonfirmasi bahwa jajaran tenaga kesehatan siap memberikan edukasi rutin terkait pencegahan penyakit menular, pengelolaan sirkulasi udara kamar, hingga pemberantasan jentik nyamuk. Pendampingan ini akan dikawal ketat oleh pihak puskemas setempat agar penerapannya berkelanjutan.

Respon positif disampaikan Ustadz Naufal. Selaku Pimpinan Ponpes Ummul Quro, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian serius lintas instansi tersebut ke lembaga yang dipimpinnya.

"Sinergi ini sangat berarti bagi kami. Arahan teknis mengenai PHBS dari Dinkes dan Kemenag menjadi panduan berharga agar kesehatan santri terus terjaga, sehingga aktivitas hafalan Al-Qur'an dan kegiatan ibadah harian berjalan tanpa hambatan," tutur Ustadz Naufal.

Program Supervisi Fasilitatif PHBS ini diproyeksikan akan terus bergerak menjangkau puluhan pondok pesantren di wilayah Kota Pekanbaru hingga batas akhir pelaksanaan pada 28 Oktober 2026 mendatang.

Reporter: Redaksi