Patung Kristus Memberkati di Pulau Semau Kupang, Anggaran Rp 157 Miliar
SPIRITBANGSA.COM — Patung Kristus Memberkati setinggi 70 meter dibangun di Pulau Semau, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan digadang-gadang menjadi salah satu patung Yesus tertinggi di dunia. Pagu anggaran pembangunannya mencapai Rp 157 miliar, dengan peletakan batu pertama sudah dilakukan pada 5 Oktober lalu. Proyek wisata religi ini masuk dalam RPJMD Kabupaten Kupang yang telah disahkan DPRD.
Peletakan batu pertama sudah dilakukan pada 5 Oktober lalu. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena hadir langsung dalam prosesi tersebut.
Patung Setinggi 70 Meter di Pulau Semau
Patung Kristus Memberkati dirancang setinggi 70 meter dan berdiri di Pulau Semau, sebuah pulau kecil di sebelah barat Kota Kupang. Tingginya membuat patung ini digadang-gadang masuk jajaran patung Yesus tertinggi di dunia.
Pemkab Kupang menargetkan Pulau Semau menjadi destinasi wisata premium. Keberadaan patung diharapkan menarik wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi pulau.
"Kita pengin ada wisata religi di Kabupaten Kupang. Dan itu saya rasa akan ada dampak lainnya seperti pembangunan maupun ekonomi," kata Yosef Lede.
Alasan Pemerintah Tetap Melanjutkan Proyek
Yosef Lede menegaskan pembangunan ini bukan keputusan mendadak. Program wisata religi sudah masuk dokumen perencanaan daerah sejak awal masa jabatannya.
"Visi-misi ini kita sejak awal. Semua kepala daerah punya program yang sudah dituangkan dalam RPJMD. Jadi setelah kita terpilih kita laksanakan visi-misi kita. Apakah visi-misi kita salah. Tidak kenapa karena visi-misi kita sudah disahkan oleh DPRD, yang kami laksanakan ini adalah RPJMD yang merupakan rel pembangunan daerah," beber Yosef Lede, diwawancarai di Kupang, Jumat (9/10/2026).
Soal pro dan kontra, politikus Partai Gerindra itu menilai perbedaan persepsi sebagai hal biasa. "Kalau orang lain memaknai itu lain yang saya rasa semua orang bisa berbicara sesuai persepsi mereka," ujarnya.
Anggaran Rp 157 Miliar dan Janji Pembangunan Lain
Pagu anggaran patung yang mencapai Rp 157 miliar menjadi sorotan utama warganet. Banyak yang menilai dana sebesar itu lebih dibutuhkan untuk membenahi infrastruktur di Kupang.
Yosef membantah anggaran patung akan mengorbankan pembangunan lain. Ia menyebut sejumlah program tetap berjalan, mulai dari pembangunan jalan, sekolah, alat pertanian, hingga bantuan alat tangkap perikanan untuk warga.
"Pagu anggarannya Rp 157 miliar. Jadi kalau orang tanya kita anggaran begini besar tapi bagaimana dengan pembangunan lainnya. Yang perlu dicatat, yang merupakan hak kita kasih. Kita bangun jalan, kita dapat sekolah nasional terintegrasi, sekolah rakyat, kita berjuang dapat alat-alat pertanian kasih rakyat, kita dapat kampung melayan, kita dapat alat tangkap perikanan kita kasih rakyat," urai dia.
Pro Kontra di Media Sosial
Sejak peletakan batu pertama, pembangunan patung ramai diperdebatkan di media sosial. Sebagian warga Kupang dan NTT menilai proyek ini belum mendesak, mengingat masih banyak kekurangan infrastruktur di daerah.
Kelompok yang mendukung melihat patung sebagai simbol iman sekaligus peluang ekonomi baru bagi Pulau Semau. Gubernur NTT berharap patung itu tidak hanya jadi landmark, tetapi juga simbol persaudaraan dan penggerak ekonomi masyarakat pulau.
Potensi Wisata Religi Pulau Semau
Pulau Semau selama ini dikenal lewat pantainya yang masih sepi dan akses penyeberangan dari Pelabuhan Tenau, Kupang. Jika patung rampung, kawasan ini berpotensi masuk jalur wisata religi NTT bersama destinasi lain di Timor.
Informasi terkini soal jadwal pembangunan, akses kunjungan, dan tarif penyeberangan ke Pulau Semau dapat dikonfirmasi ke dinas pariwisata setempat. Proyek ini masih tahap awal, sehingga detail fasilitas pendukung belum diumumkan resmi.