Portal Whistleblowing CIISA Resmi Dibuka untuk Pekerja Industri Kreatif Inggris

CIISA resmi membuka portal whistleblowing bagi pekerja industri kreatif Inggris.
Penulis: Wahyu
Selasa, 13 Oktober 2026 | 15:01:01 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Creative Industries Independent Standards Authority (CIISA) resmi membuka portal whistleblowing bagi pekerja film, TV, musik, dan teater di Inggris. Portal ini memungkinkan pelaporan kerahasiaan atas kasus pelecehan, diskriminasi, dan intimidasi di tempat kerja. Langkah ini muncul di tengah sorotan kasus hukum Russell Brand yang didakwa tiga tuduhan pemerkosaan.

Sebagai lembaga yang telah diakui parlemen sebagai badan whistleblowing resmi, CIISA menerima laporan secara rahasia. Mereka berjanji mengambil langkah hati-hati untuk melindungi identitas pelapor.

Sudah Terima 30 Laporan Sejak Uji Coba

Portal ini sebenarnya sudah melalui soft launch pada Juni lalu. Hingga 1 Oktober, CIISA mencatat sekitar 30 laporan masuk dan memperkirakan jumlahnya akan terus bertambah seiring sosialisasi yang lebih luas.

Menteri Kebudayaan Lisa Nandy menegaskan tidak ada ruang bagi kekerasan atau diskriminasi di tempat kerja. Ia menyebut portal ini sebagai langkah penting untuk memastikan tindakan nyata bisa diambil.

"CIISA's new reporting portal is an important step in tackling this issue, and this government will continue to back them every step of the way. Safety at work is non-negotiable," ujar Nandy.

Latar Belakang: Kasus Russell Brand dan Budaya Intimidasi

Peluncuran portal ini bertepatan dengan salah satu kasus paling menonjol di industri hiburan Inggris. Komedian Russell Brand saat ini menghadapi tiga dakwaan pemerkosaan, tiga tuduhan pelecehan seksual, dan satu tuduhan penyerangan tidak senonoh di pengadilan.

Investigasi terhadap kasus tersebut mengungkap adanya budaya ketakutan dan intimidasi yang membuat perilaku tersebut berlangsung bertahun-tahun. Pengaruh dan ketenaran Brand disebut menjadi faktor yang mempersulit korban untuk bersuara.

Perlindungan Hukum bagi Pelapor

Pekerja yang melapor ke CIISA berpotensi mendapatkan perlindungan hukum tambahan berdasarkan undang-undang whistleblowing Inggris. Perlindungan ini berlaku bahkan bagi mereka yang sebelumnya menandatangani perjanjian kerahasiaan atau NDA.

Meski demikian, layanan pelaporan tahap pertama CIISA lebih fokus membangun gambaran menyeluruh tentang perilaku dan praktik yang memengaruhi pekerja di sektor ini. Penanganan kasus individual akan mengikuti tahap berikutnya.

Helena Kennedy KC, ketua CIISA, menyebut momen ini sebagai tonggak penting bagi industri kreatif Inggris. Ia menekankan bahwa melindungi pekerja adalah inti dari ambisi organisasi yang didanai industri tersebut.

"This marks an important milestone for CIISA and the creative industries. The creative sector is a UK success story and protecting the people who power that success is at the heart of CIISA's ambitions," kata Kennedy.

Dukungan Serikat Pekerja

Philippa Childs, kepala serikat pekerja hiburan Bectu, menyoroti alasan di balik pembentukan CIISA. Menurutnya, ketidakseimbangan kekuasaan yang ekstrem, dominasi pekerja lepas, dan sifat proyek jangka pendek membuat industri kreatif menjadi tempat yang mudah bagi pelaku pelecehan bersembunyi.

"Giving workers an anonymous, industry-wide, recognised platform to blow the whistle on bad behaviour is a crucial next step along the path to address bullying and harassment," ujar Childs.

Portal ini menjadi sinyal bahwa industri hiburan Inggris mulai membangun sistem perlindungan yang lebih terstruktur bagi pekerjanya. Keberhasilan CIISA akan bergantung pada seberapa besar dukungan industri dan partisipasi pekerja dalam memanfaatkan kanal ini.

Reporter: Wahyu