Pencarian

Danantara Dukung KAI Impor KRL Bekas Jepang, Butuh 23 Trainset

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:01:02 WIB
Danantara Dukung KAI Impor KRL Bekas Jepang, Butuh 23 Trainset
Danantara menyatakan dukungan terhadap rencana KAI mengimpor KRL bekas dari Jepang untuk menambah 23 trainset di Jabodetabek.

SPIRITBANGSA.COM — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mendapat dukungan Danantara untuk mengimpor KRL bekas dari Jepang guna menambah 23 trainset di Jabodetabek. Dukungan itu disampaikan Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, dengan alasan kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik terus meningkat.

Paragraf pembuka: Rencana KAI mendatangkan kereta rel listrik bukan baru dari Jepang menemui titik terang setelah Danantara menyatakan dukungan. Dony Oskaria menegaskan pihaknya tidak mempermasalahkan langkah tersebut selama bertujuan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertemuan dengan Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, dijadwalkan pekan depan untuk membahas jumlah unit yang diperlukan.

Alasan Danantara Beri Lampu Hijau

Dony menilai penguatan transportasi publik membawa dampak berantai yang luas. Selain menekan polusi, kereta api disebut dapat mengurangi konsumsi bahan bakar dan mendorong terbentuknya pusat-pusat kota baru.

"Apa yang sedang dijajaki oleh KAI, kami mendukung selama itu yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada dasarnya tentu kita mendukung apapun yang dibutuhkan dalam langkah percepatan transportasi kita. Karena memang kereta api kan menjadi salah satu transformasi publik yang diharapkan oleh pemerintah itu bisa menurunkan banyak hal," kata Dony di Hotel Kempinski Jakarta.

Menurutnya, jumlah armada yang akan diimpor masih menunggu hasil pertemuan dengan jajaran direksi KAI. "Tinggal nanti kita bisa dengan Dirut KAI berapa banyak yang dibutuhkan oleh KAI untuk memenuhi kebutuhan daripada masyarakat kita," ujarnya.

23 Trainset untuk Jabodetabek

KAI lebih dulu mengusulkan impor KRL bukan baru ke Komisi VI DPR dan mendapat persetujuan. Bobby Rasyidin menyebut pihaknya membutuhkan tambahan 23 trainset untuk operasional KRL Jabodetabek.

Kebutuhan itu dibagi dua. Sebanyak 7 trainset berformasi 12 kereta (SF12), sisanya 16 trainset berformasi delapan kereta (SF8). Pembagian ini menyesuaikan kondisi infrastruktur di tiap lintas, karena sejumlah stasiun belum bisa mengakomodasi rangkaian SF12.

Lonjakan penumpang menjadi pemicu utama. Jumlah pengguna KRL Jabodetabek pada semester I-2026 tumbuh 11,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dampak ke Pengguna KRL

Penambahan armada menyasar langsung penumpang harian di Jabodetabek yang selama ini berdesakan di jam sibuk. Kapasitas angkut yang lebih besar berpotensi memangkas waktu tunggu dan mengurangi kepadatan di peron.

Bagi masyarakat yang beralih dari kendaraan pribadi, ketersediaan rangkaian tambahan menjadi faktor penentu apakah kereta api bisa diandalkan sebagai moda utama. Pemerintah sendiri menempatkan transportasi publik sebagai salah satu sektor yang diharapkan menurunkan emisi dan kemacetan di kawasan perkotaan.

Penutup: Keputusan final soal jumlah dan waktu kedatangan KRL bekas Jepang akan bergantung pada hasil pertemuan Danantara dan KAI pekan depan. Jika terealisasi, penambahan 23 trainset ini menjadi ujian bagi kesiapan infrastruktur perkeretaapian Indonesia dalam menyerap armada impor di tengah pertumbuhan penumpang dua digit.

Sumber: finance.detik.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks