Pendakian Gunung Kerinci Dibuka Lagi, Tiket Dipesan via Aplikasi Daring

Pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai dibuka kembali mulai pertengahan Oktober 2026.
Penulis: Galih
Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:22:32 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) kembali membuka pendakian Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Gunung Masurai mulai pertengahan Oktober 2026 setelah ditutup sementara sejak awal September akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan. Seluruh pemesanan tiket kini dilakukan daring melalui aplikasi "Ayo Ke Taman Nasional" untuk Android atau laman ayoketamannasional.kehutanan.go.id untuk pengguna iOS. Pembukaan ini menindaklanjuti Memorandum Dirjen KSDAE Nomor M.123/KSDAE/PJL/KSA.04.01/B/10/2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I BBTNKS, David, menegaskan pembukaan kembali akses pendakian di kawasan TNKS dilakukan setelah pemantauan menyeluruh terhadap cuaca, kondisi visual Gunung Kerinci, dan potensi risiko karhutla. Hasilnya, tidak ada indikasi kebakaran di jalur pendakian. Pemulihan roda perekonomian warga sekitar turut menjadi pertimbangan.

Gunung Kerinci dan Dua Destinasi Lain yang Kembali Dibuka

Gunung Kerinci berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, dan merupakan salah satu puncak tertinggi di Sumatra. Dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, silhouette gunung ini jadi latar harian warga dan titik awal pendakian.

Selain Kerinci, BBTNKS membuka kembali pendakian Danau Gunung Tujuh dan Gunung Masurai. Ketiganya berada dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang lintas provinsi.

Aturan Baru: Tiket Wajib Dipesan Daring

Pendaftaran dan pemesanan tiket tidak lagi dilakukan di lokasi. Pengguna Android memesan lewat aplikasi "Ayo Ke Taman Nasional", sedangkan pengguna iOS mengakses laman resmi https://ayoketamannasional.kehutanan.go.id/id.

Setiap pendaki wajib melewati alur verifikasi ketat di pintu masuk, mulai dari pemindaian tiket masuk (scan ticket in), pemeriksaan kelengkapan administrasi, pembekalan keselamatan (safety briefing), hingga pemindaian tiket keluar (scan ticket out).

Imbauan Bagi Pendaki: Dilarang Menyalakan Api

Pengelola menekankan larangan keras terhadap aktivitas apa pun yang berpotensi memicu percikan api di jalur pendakian. Aturan ini berlaku selama masa pemulihan kawasan pascapenutupan akibat karhutla.

"Agar semua pendaki untuk menjaga kawasan Gunung Kerinci, Danau Gunung Tujuh, dan Masurai dari bahaya kebakaran hutan dan tidak menyalakan api sehingga dapat terjadi kebakaran hutan yang menimbulkan bencana asap," kata David di Kerinci, melansir Antara.

Kewajiban bagi Pemandu dan Penyedia Jasa Wisata

Pemandu (interpreter), penyedia jasa perjalanan wisata, dan pelaku usaha wisata di kawasan TNKS diwajibkan mengurus izin resmi melalui sistem Online Single Submission (OSS). Informasi rinci soal SOP bisa diakses di portal https://tnkerinciseblat.ksdae.kehutanan.go.id.

Pemantauan Titik Panas dan Aktivitas Vulkanis Berlanjut

BBTNKS menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), pemerintah daerah, forum relawan, dan pemangku kepentingan terkait. Evaluasi berkala dilakukan dengan memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta aktivitas vulkanis Gunung Kerinci.

Calon pendaki disarankan memantau kanal resmi BBTNKS sebelum berangkat untuk memastikan status terkini jalur pendakian, mengingat kebijakan dapat berubah mengikuti kondisi lapangan.

Reporter: Galih