Pencarian

Review CMF Clip Pro: TWS Open-Ear Rp 1 Jutaan dengan Bass yang Tak Terduga

Minggu, 30 Agustus 2026 • 13:11:31 WIB
Review CMF Clip Pro: TWS Open-Ear Rp 1 Jutaan dengan Bass yang Tak Terduga
Warga mengamati CMF Clip Pro, TWS open-ear seharga Rp 1 jutaan, yang diuji selama 10 hari untuk aktivitas harian.

SPIRITBANGSA.COM — CMF, sub-brand dari Nothing, memang punya reputasi untuk menghadirkan desain industrial minimalis dengan harga yang bersahabat. Clip Pro adalah langkah berani mereka di kategori Open-Wear Sound (OWS), sebuah segmen yang selama ini selalu bergulat dengan kompromi klasik: nyaman dipakai berjam-jam tapi suaranya kurang memuaskan, atau suaranya bagus tapi bikin kuping perih. Pertanyaannya, apakah CMF berhasil memecahkan teka-teki itu?

Kami memakai Clip Pro selama 10 hari sebagai pendamping kerja harian di ruangan terbuka, sesekali untuk mendengarkan musik di luar ruangan, dan tentu saja untuk menonton video. Ini bukan sekadar sesi unboxing singkat—cukup lama untuk merasakan bagaimana perangkat ini berinteraksi dengan aktivitas sehari-hari.

Desain OpenFit Arc: Ketika Geometri Menentukan Segalanya

Pada perangkat OWS, desain bukan hanya soal gaya—ia adalah fungsi utama. Berbeda dengan TWS konvensional yang menyumpal kanal telinga, Clip Pro harus mendistribusikan tekanan secara merata di daun telinga tanpa membuat penggunanya merasa tidak nyaman setelah beberapa jam.

CMF menyebut arsitektur ini sebagai OpenFit Arc, sebuah sistem pendukung tiga titik yang terdiri dari listening ball (titik tumpu utama di dalam telinga), comfort pod (penyangga tambahan), dan C-bridge. Yang menarik, detail teknis di sini sangat presisi—C-bridge memiliki panjang 30mm dengan sudut bukaan 40° hingga 53.5°. Titik tengah bridge ini berada tepat 13.85mm dari pusat comfort pod dan 21.5mm dari listening ball. Kalibrasi sub-milimeter ini bukan sekadar angka marketing; ia dirancang untuk mengakomodasi berbagai bentuk anatomi telinga manusia.

Di dalam C-bridge terdapat kawat titanium berdiameter 0.5mm dengan karakteristik elastic memory. Artinya, cengkeraman akan tetap stabil meskipun sudah melalui ratusan siklus pemakaian. Setelah 10 hari digunakan, klaim ini terasa masuk akal—Clip Pro tetap "menempel" dengan aman saat kami berjalan cepat atau menunduk, tanpa pernah terasa seperti mencubit daun telinga.

Material eksteriornya memang plastik, tapi pilihannya tidak asal. Listening ball menggunakan kombinasi PC+ABS, sementara C-bridge dilapisi TPU yang ramah kulit. Hasilnya, tidak ada rasa gatal atau iritasi meskipun dipakai berjam-jam. Beratnya juga pas—cukup ringan untuk dilupakan, tapi cukup solid untuk tetap di tempatnya.

Kualitas Audio: Bass yang "Nendang" di Kelas Open-Ear

Ini adalah bagian yang paling krusial. Bagaimana mungkin sebuah earbud terbuka bisa menghasilkan bass yang memuaskan tanpa isolasi kanal telinga? CMF menjawabnya dengan kombinasi hardware dan pemrosesan digital.

Clip Pro menggunakan driver dinamis 10.8mm dengan konfigurasi single-coil dual-magnet. Diafragma berbahan TPU dan LCP (Liquid Crystal Polymer) dipilih untuk menjaga integritas audio dari volume rendah hingga tinggi. Namun, yang paling menarik adalah algoritma Malleus (True Bass)—sebuah pemrosesan digital aktif yang mengkompensasi kehilangan energi frekuensi rendah pada desain unsealed.

Secara teknis, driver ini punya excursion 0.65mm, yang cukup lebar untuk menghasilkan "hantaman" fisik pada frekuensi rendah. Dalam pengujian kami, mendengarkan lagu-lagu Hip-Hop dan EDM terasa mengesankan—bass-nya hadir dengan tekstur yang jelas, bukan sekadar getaran samar. Tentu saja, ini tetap tidak bisa menandingi kedalaman sub-bass dari TWS in-ear premium, tapi untuk kategori open-ear, ini adalah pencapaian yang patut diacungi jempol.

Dukungan codec juga lengkap: LDAC, AAC, dan SBC dengan sertifikasi Hi-Res Audio Wireless. Ini berarti transmisi data audio lebih jujur terhadap rekaman asli dibandingkan standar Bluetooth konvensional. Vokal terdengar detail dan bersih, terutama di dalam ruangan. Di luar ruangan dengan kebisingan lalu lintas, kualitasnya tetap baik—meskipun detail halus mulai tertutup oleh suara sekitar, yang memang merupakan konsekuensi alami dari desain open-ear.

Smart Dial dan Kontrol Taktil: Sentuhan Khas CMF

Salah satu pembeda utama Clip Pro dari kompetitornya adalah Smart Dial pada charging case. Ini bukan sekadar hiasan—fungsinya adalah kontrol volume dan navigasi yang responsif. Putaran dial terasa presisi dengan feedback taktil yang memuaskan, mengingatkan pada scroll wheel di perangkat Nothing Phone.

Pada buds-nya sendiri, terdapat tombol fisik yang bisa diakses dengan mudah. Responsnya cepat, tanpa jeda yang mengganggu. Kombinasi Smart Dial di case dan tombol di buds memberikan fleksibilitas kontrol yang jarang ditemukan di kelas harga ini.

Kelebihan dan Kekurangan CMF Clip Pro

  • Kelebihan: Bass yang solid untuk kategori open-ear berkat algoritma Malleus
  • Kelebihan: Desain C-bridge dengan kawat titanium yang nyaman untuk pemakaian jangka panjang
  • Kelebihan: Dukungan codec LDAC dengan sertifikasi Hi-Res Audio Wireless
  • Kelebihan: Smart Dial pada case memberikan kontrol volume yang presisi
  • Kekurangan: Material plastik terasa kurang premium dibandingkan produk Nothing Audio lainnya
  • Kekurangan: Isolasi suara hampir tidak ada—bukan bug, tapi konsekuensi desain open-ear yang perlu disadari
  • Kekurangan: Di lingkungan sangat bising, detail audio mulai tertutup suara sekitar

Verdict: Untuk Siapa CMF Clip Pro Ini?

CMF Clip Pro adalah pilihan yang sangat masuk akal bagi mereka yang membutuhkan kesadaran situasional—entah itu pekerja kantoran yang harus tetap mendengar panggilan rekan kerja, atau pengendara yang ingin tetap waspada dengan suara lalu lintas. Dengan harga yang agresif di kelas entry-level OWS, perangkat ini menawarkan nilai yang sulit ditandingi.

Namun, jika prioritas utama Anda adalah kualitas audio absolut dengan isolasi penuh, TWS in-ear konvensional dengan ANC tetap menjadi pilihan yang lebih baik. Clip Pro bukan untuk audiophile yang mencari kedalaman suara maksimal—ia untuk mereka yang mengutamakan kenyamanan dan fleksibilitas tanpa ingin mengorbankan kualitas bass sepenuhnya.

Sumber: hybrid.co.id

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks