SPIRITBANGSA.COM — Lampu hijau dari manajemen Microsoft kini menjadi satu-satunya kunci penentu kelanjutan proyek game Scalebound. Hideki Kamiya menyatakan dirinya siap kembali memimpin pengerjaan judul tersebut jika CEO Xbox memberi persetujuan resmi.
Pernyataan ini langsung menjadi perbincangan hangat di kalangan pemain konsol dan PC yang telah menantikan kejelasan proyek fantasi tersebut sejak pembatalannya beberapa tahun lalu. Keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan raksasa teknologi asal Redmond selaku pemilik kekayaan intelektual (IP).
Peluang Kerja Sama Baru dengan Microsoft
Scalebound awalnya dikembangkan sebagai salah satu game aksi ambisius yang memadukan pertarungan berskala masif bersama naga raksasa. Namun, proyek tersebut terhenti di tengah jalan sebelum sempat dilepas ke publik.
Dengan adanya sinyal kesiapan dari kreator aslinya, peluang negosiasi antara tim pengembang independen dan pihak Xbox kembali terbuka lebar. Komunitas pemain kini memantau langkah Phil Spencer dalam merespons tawaran terbuka ini untuk memperkaya katalog konsol generasi sekarang.
Kebijakan Baru Pembatasan Xbox Cloud Gaming
Kabar mengenai Scalebound mencuat berdekatan dengan pengumuman kebijakan baru Microsoft terkait layanan Xbox Cloud Gaming. Mulai November mendatang, platform cloud gaming milik Microsoft ini resmi menerapkan sistem pembatasan jam main bagi para pelanggannya.
Langkah penyesuaian durasi akses streaming game ini diumumkan langsung oleh pihak Microsoft tanpa adanya aba-aba sebelumnya. Para pengguna layanan ekosistem Xbox perlu bersiap menghadapi penyesuaian kuota bermain jarak jauh tersebut pada akhir tahun ini.
Pandangan Kamiya Mengenai Horor Modern Capcom
Selain membicarakan proyek lamanya, Kamiya juga melontarkan pandangannya terhadap perkembangan waralaba Resident Evil milik Capcom saat ini. Sosok yang pernah menggarap sekuel legendaris tersebut menilai atmosfer seri survival horror modern sekarang sudah terasa terlalu menyeramkan.
Komentar santai dari Kamiya memberikan sudut pandang unik mengenai arah desain game horor kontemporer yang dinilai bergerak semakin pekat meninggalkan cita rasa aksi klasiknya.