Sarfaraz Bantah Timnas Pakistan Tahu Ancaman Batalkan Tur Inggris
SPIRITBANGSA.COM — Ketegangan mewarnai hari pertama Test kedua di Lord's pekan ini. Sky Sports menyiarkan wawancara dengan Suleiman dan Kasim Khan, putra dari legenda kriket sekaligus mantan Perdana Menteri Pakistan, Imran Khan. Isi wawancara itu mengangkat soal perlakuan dan keamanan terhadap Imran Khan yang tengah mendekam di penjara, serta kritik terhadap respons pemerintah Inggris.
PCB dikabarkan sempat menyampaikan ancaman kepada England and Wales Cricket Board (ECB). Isunya, mereka siap membatalkan laga di Lord's dan seluruh sisa tur yang berjumlah tiga pertandingan jika wawancara tersebut tetap ditayangkan.
Fokus Penuh di Lapangan
Sarfaraz, yang juga mantan wicketkeeper timnas, menegaskan skuadnya tidak terganggu oleh isu di luar lapangan. Ia mengaku baru mengetahui soal wawancara tersebut dari pertanyaan awak media setelah pertandingan usai.
"Saya tidak tahu apa-apa. Saya hanya fokus pada pertandingan," ujar Sarfaraz usai hari kedua pertandingan, Jumat (31/1). "Anda bicara soal wawancara? Kami tidak tahu tentang wawancara itu."
Soal kemungkinan para pemainnya menolak kembali ke lapangan pada sesi sore hari pertama, Sarfaraz menjawab singkat. "Semua baik-baik saja. Kami sedang makan siang saat itu," katanya menambahkan.
Wawancara yang Memicu Ketegangan
Wawancara yang dilakukan mantan kapten Inggris, Michael Atherton, itu akhirnya tetap disiarkan dalam versi tertentu. Menariknya, PTV selaku penyiar publik Pakistan yang menggunakan gambar dari Sky, memutuskan untuk tidak menayangkan wawancara tersebut ke publik domestik.
Menanggapi situasi yang memanas, ECB mengambil langkah konsultasi dengan pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO). Hingga Jumat, Sky Sports dikabarkan tidak menerima keluhan lanjutan terkait materi wawancara.
Imran Khan dan Bayang-bayang Masa Lalu
Imran Khan, yang kini berusia 73 tahun, adalah sosok legendaris. Ia menakhodai Pakistan meraih gelar juara Piala Dunia 1992. Karier politiknya memuncak saat menjabat Perdana Menteri sejak 2018 hingga 2022. Sejak 2023, ia mendekam di penjara terkait kasus korupsi yang terus ia bantah.
Insiden ini mengingatkan pada sejarah kelam kriket kedua negara. Pada 2006, Test di The Oval menjadi satu-satunya pertandingan dalam sejarah yang dinyatakan kalah forfeit. Saat itu, Pakistan menolak bermain setelah dituduh melakukan kecurangan pada bola (ball tampering).
Setelah jeda panjang 17 tahun akibat masalah keamanan, Inggris kini rutin berkunjung ke Pakistan. Pada Oktober mendatang, Inggris dijadwalkan kembali ke Pakistan untuk mengikuti turnamen tri-series satu hari melawan tuan rumah dan Sri Lanka. Ini akan menjadi tur keempat Inggris ke Pakistan dalam empat tahun terakhir.