Pencarian

CKG Bogor Temukan 4.000 Siswa Obesitas, 70 Persen Anak Kurang Gerak

Sabtu, 29 Agustus 2026 • 06:07:31 WIB
CKG Bogor Temukan 4.000 Siswa Obesitas, 70 Persen Anak Kurang Gerak
Petugas pemeriksa kesehatan mencatat data tinggi dan berat badan siswa di Kota Bogor dalam program pemeriksaan kesehatan gratis.

SPIRITBANGSA.COM — Hasil pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di Kota Bogor membuka mata kita semua. Bukan hanya soal gigi berlubang atau gangguan penglihatan, program ini menemukan masalah yang lebih mendasar: sebanyak 4.000 lebih siswa di kota hujan tersebut mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.

Angka ini tentu tidak bisa dianggap sepele. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu berbagai penyakit degeneratif di kemudian hari, seperti diabetes dan jantung.

70 Persen Anak Kurang Bergerak, Ini Akibatnya

Fakta lain yang tak kalah memprihatinkan adalah kebiasaan gerak anak-anak kita. Data dari CKG menunjukkan sekitar 70 persen siswa di Bogor mengaku kurang melakukan aktivitas fisik.

Kebiasaan ini menjadi salah satu pemicu utama tingginya angka obesitas. Padahal, aktivitas fisik seperti bermain di luar ruangan atau berolahraga ringan sangat penting untuk membakar kalori dan menjaga berat badan ideal anak.

Kurangnya gerak juga berisiko menurunkan kepadatan tulang dan membuat otot anak menjadi lemah. Padahal, masa sekolah adalah waktu emas untuk membangun fondasi tubuh yang kuat.

Dampak Obesitas pada Anak Sekolah

Obesitas pada anak bukan hanya soal penampilan. Kondisi ini bisa memengaruhi konsentrasi belajar dan rasa percaya diri anak di sekolah. Anak dengan berat badan berlebih sering merasa cepat lelah, sehingga kurang aktif di kelas maupun saat bermain.

Dalam jangka panjang, kelebihan berat badan yang tidak ditangani sejak dini berisiko besar menyebabkan penyakit tidak menular saat dewasa. Kebiasaan makan dan gaya hidup yang terbentuk sekarang akan terbawa hingga ia tumbuh besar.

Peran Orang Tua dan Sekolah Mengatasi Masalah Ini

Melihat temuan ini, peran ibu di rumah menjadi kunci utama. Membiasakan anak sarapan dengan menu sehat, membatasi konsumsi gula dan makanan olahan, serta mengajak anak aktif bergerak adalah langkah awal yang bisa dilakukan.

Sekolah juga diharapkan menggencarkan program olahraga bersama dan kantin sehat. Kerja sama antara rumah dan sekolah sangat dibutuhkan agar anak terbiasa dengan pola hidup sehat, bukan hanya saat ada pemeriksaan kesehatan saja.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Jika ibu mencurigai berat badan anak sudah melebihi batas normal atau anak cepat lelah saat beraktivitas, tidak ada salahnya berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Dokter akan membantu menghitung indeks massa tubuh dan memberikan panduan diet yang tepat sesuai usia anak.

Penanganan dini akan jauh lebih mudah dilakukan dibanding menunggu masalah bertambah parah di usia remaja. Jangan ragu untuk meminta bantuan tenaga kesehatan demi masa depan buah hati yang lebih sehat.

Sumber: health.detik.com

Follow spiritbangsa.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks