3 Helikopter CH-47 Jepang Dikerahkan Bantu Karhutla, Menhan Sebut Wujud Nyata Kerja Sama Pertahanan
YOGYAKARTA — Tim pendahulu dari Jepang dikabarkan telah tiba di Indonesia dan mulai berkoordinasi dengan unsur TNI serta Satuan Tugas Karhutla untuk mempersiapkan dukungan di lapangan. Langkah ini menegaskan bahwa kerja sama pertahanan Indonesia-Jepang tidak lagi berhenti pada aspek militer semata, melainkan telah menyentuh operasi kemanusiaan secara langsung.
Sjafrie menyampaikan hal tersebut saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Jakarta, Senin lalu. Menurut dia, kehadiran bantuan dari negeri Sakura itu merupakan wujud nyata dari implementasi "Defense Cooperation Arrangement" (DCA) Indonesia-Jepang, khususnya dalam bidang bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana atau HADR.
Makna Bantuan bagi Wilayah Rawan Karhutla
"Kerja sama pertahanan, kalau ada teman yang susah, dia balik membantu," ujar Sjafrie dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan yang dikutip Senin lalu.
Pernyataan itu menegaskan filosofi di balik pengiriman armada helikopter berat CH-47 Chinook yang selama ini dikenal andal dalam operasi pemadaman dari udara. Untuk daerah-daerah yang kerap dilanda kabut asap akibat karhutla, kehadiran alat utama sistem pertahanan (alutsista) dari Jepang ini diharapkan mampu mempercepat mobilisasi pasukan dan logistik ke lokasi yang sulit dijangkau.
Koordinasi TNI dan Satgas Karhutla di Lapangan
Melalui kerangka DCA, kedua negara disebut memperkuat kerja sama dalam koordinasi bantuan kemanusiaan, dukungan logistik, serta pemanfaatan sarana transportasi dalam situasi darurat. Kementerian Pertahanan memastikan bahwa tim pendahulu Jepang yang kini berada di Indonesia telah berkoordinasi intensif dengan unit TNI di lapangan.
Sjafrie berharap kolaborasi ini dapat memperkuat upaya penanganan karhutla di wilayah terdampak. Ia menilai hubungan pertahanan Indonesia dan Jepang yang semakin luas ini juga menjadi sinyal positif bagi penguatan kerja sama bilateral di kawasan Asia Tenggara.