Tim Cook Mundur dari CEO Apple, Wariskan Blunder Game dan App Store
SPIRITBANGSA.COM — Kepemimpinan Tim Cook resmi berakhir setelah 15 tahun menduduki posisi puncak Apple. Kursi nakhoda kini berpindah ke tangan John Ternus, sementara Cook menempati peran baru sebagai Executive Chairman.
Kendati berhasil mendongkrak valuasi finansial perusahaan, Cook meninggalkan rekam jejak penuh komplikasi bagi komunitas game dan ekosistem digital. Sederet kegagalan komersial, sengketa developer, hingga proyek teknologi yang mangkrak menjadi catatan hitam di balik kesuksesan pasarnya.
Blunder Apple Vision Pro dan Bubarnya Tim Game
Dilepas ke pasar pada 2024 dengan banderol fantastis USD 3.499 (sekitar Rp 55 juta), Apple Vision Pro gagal total menembus pasar massal. Headset augmented reality dan virtual reality ini sepi peminat lantaran harganya yang dinilai tidak realistis oleh mayoritas pengguna.
Pukulan telak terjadi pada akhir 2025 ketika Apple memangkas volume produksi secara drastis menyusul anjloknya angka penjualan. Raksasa teknologi ini bahkan terpaksa melakukan PHK massal pada divisi terkait, termasuk membubarkan tim internal pengembang game yang awalnya disiapkan khusus untuk mengisi pustaka Vision Pro.
Monopoli App Store dan Konflik Panas Lawan Epic Games
Di bawah kendali Cook, kebijakan keras Apple dalam memungut komisi serta memonopoli kontrol atas transaksi App Store memicu sengketa hukum global. Salah satu friksi terbesar terjadi saat Apple berseteru langsung dengan Epic Games, yang berujung pada ditariknya game Fortnite dari perangkat iOS.
Ketergantungan ekstrem pada keuntungan App Store tersebut juga memantik tekanan regulasi berat, termasuk aturan Digital Markets Act (DMA) Uni Eropa. Sikap defensif Cook dinilai telah mengorbankan relasi strategis dengan para developer game global.
Proyek Titan Rp 157 Triliun Berakhir Sia-Sia
Langkah Apple di sektor otomotif lewat mobil listrik otonom Project Titan juga berujung antiklimaks. Digarap secara tertutup sejak 2014, proyek ini membakar anggaran riset lebih dari USD 10 miliar (sekitar Rp 157 triliun) tanpa menghasilkan satu pun unit komersial.
Cook akhirnya menghentikan pendanaan mobil otonom tersebut pada 2024. Keputusan pembatalan itu langsung berdampak pada pembubaran sekitar 2.000 karyawan yang tergabung dalam tim pengerjaan.
Drama Ganti Rugi Siri hingga Cacat Rilis Apple Maps
Kinerja asisten digital Siri terus tertinggal dari para pesaing, bahkan ketika Apple berniat merombaknya lewat Apple Intelligence. Rentetan penundaan memaksa pergantian pucuk pimpinan divisi AI, ditambah keharusan membayar denda USD 250 juta atas tuduhan menyesatkan konsumen terkait klaim kemampuan sistem tersebut.
Siri berbasis AI akhirnya baru dijadwalkan meluncur penuh akhir tahun ini dengan memanfaatkan model Google Gemini. Masalah teknis ini mengingatkan publik pada peluncuran perdana Apple Maps pada 2012, yang kala itu lumpuh akibat data lokasi ngawur hingga memaksa Cook meminta maaf secara terbuka.
Di luar masalah teknologi, Cook sempat menuai kontroversi akibat manuver politiknya dengan Donald Trump demi meloloskan Apple dari kebijakan tarif impor, termasuk pemberian cinderamata plak kaca berbalut emas 24 karat. Meski lepas jabatan operasional, Cook tetap ditugaskan menangani negosiasi politik global Apple.