GARUT — Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan lereng Gunung Guntur di Kecamatan Tarogong Kaler serta Gunung Cikuray di Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut. Petugas gabungan langsung memprioritaskan pemadaman di area lereng yang posisinya paling mengancam rumah-rumah penduduk di sekitar kaki gunung.
Titik api pertama kali terdeteksi di kawasan kaki Gunung Guntur, tepatnya di wilayah Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, sejak Sabtu (4/9) siang. Di lokasi ini, api terpantau menyebar di enam titik berbeda sebelum petugas tiba di lokasi perbukitan.
Tak berselang lama, kobaran api lain dilaporkan menyala di kawasan kaki Gunung Cikuray, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cikajang, pada Sabtu malam. Lahan yang terbakar di blok Cikuray ini masuk dalam area kelola Perhutani dengan taksiran luas mencapai lima hektare.
Pemadaman Manual di Lereng Terjal Gunung Guntur
Tim terpadu yang terdiri atas unsur kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Garut diterjunkan ke titik-titik kebakaran. Armada mobil damkar tidak bisa menembus lokasi lantaran medan perbukitan yang terjal dan sempit.
Petugas terpaksa berjalan kaki sambil menggendong alat semprot portabel dan membuat sekat bakar di sekitar kobaran api.
"Titik yang berada dekat dengan pemukiman menjadi prioritas untuk mencegah api meluas dan membahayakan masyarakat," kata Kepala Seksi Humas Polres Garut Ipda Susilo Adhi di Garut, Minggu.
Upaya pemadaman manual di lereng Gunung Guntur tersebut membuahkan hasil jelang Sabtu petang. Api berhasil dikendalikan sehingga ancaman terhadap permukiman penduduk di Tarogong Kaler dapat diredam.
"Kami juga terus melakukan monitoring di seluruh titik untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api maupun kemungkinan api meluas ke area lainnya," kata Susilo Adhi.
Penyekatan Tanah di Kaki Gunung Cikuray
Tantangan tak kalah berat dihadapi personel gabungan yang bertolak ke kaki Gunung Cikuray di Kecamatan Cikajang. Akses menuju titik api berjarak cukup jauh dari permukiman dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki selama dua jam melintasi jalur berisiko.
Untuk menahan api agar tidak melalap tegakan pohon Perhutani lebih luas, petugas melokalisasi kobaran dengan cara mencangkul dan membuat parit batas menggunakan tanah.
"Tim gabungan kemudian melakukan pemadaman secara bertahap dengan menggunakan peralatan yang tersedia," ujar Susilo Adhi.
Strategi isolasi api tersebut berhasil memadamkan karhutla di Cikajang menjelang tengah malam. Hingga kini, otoritas kepolisian dan instansi terkait masih menyelidiki pemicu awal timbulnya api di dua gunung aktif tersebut sembari terus mendata dampak kerusakan vegetasi.
"Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan masih dalam proses pendataan," kata Susilo Adhi.