Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik, Pertamax Turbo Jadi Rp19.600 per Liter

Pertamina menaikkan harga sejumlah BBM nonsubsidi per Rabu (2/9/2026), termasuk Pertamax Turbo menjadi Rp19.600 per liter.
Penulis: Galih
Selasa, 22 September 2026 | 08:01:31 WIB

SPIRITBANGSA.COM — Pertamina menaikkan sejumlah harga bahan bakar minyak nonsubsidi per Rabu (2/9/2026), dengan Pertamax Turbo kini dijual Rp19.600 per liter dari sebelumnya Rp18.300 per liter. Kenaikan ini berlaku di SPBU seluruh Indonesia dan tercatat dalam daftar harga resmi perusahaan per Selasa (22/9/2026). Harga BBM subsidi jenis Pertalite dan Biosolar tidak berubah, masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

PT Pertamina (Persero) menaikkan harga sejumlah produk bahan bakar minyak nonsubsidi mulai Rabu (2/9/2026). Penyesuaian mencakup Pertamax Green 95, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, sementara harga Pertamax tidak mengalami perubahan.

Berdasarkan laman resmi Pertamina, daftar harga per Selasa (22/9/2026) menunjukkan kenaikan cukup tajam pada beberapa produk. Kenaikan ini berlaku untuk wilayah dengan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya.

Rincian Harga Terbaru di SPBU

Pertamax Turbo dibanderol Rp19.600 per liter, naik dari sebelumnya Rp18.300 per liter. Pertamax Green 95 dijual Rp19.150 per liter dari sebelumnya Rp16.600 per liter.

Untuk produk diesel, Dexlite meningkat menjadi Rp23.700 per liter dari sebelumnya Rp19.700 per liter. Pertamina Dex melesat jadi Rp25.200 per liter dari sebelumnya Rp21.150 per liter.

Harga Pertamax sendiri tetap tanpa perubahan bulan ini. Begitu pula BBM subsidi jenis Pertalite yang bertahan di Rp10.000 per liter dan Bio Solar di angka Rp6.800 per liter.

Wilayah dengan PBBKB Berbeda Bisa Lebih Mahal

Angka-angka di atas berlaku untuk daerah dengan tarif PBBKB 5 persen. Di wilayah dengan tarif pajak lebih tinggi, harga jual di SPBU bisa berbeda karena komponen pajak daerah ikut menentukan harga akhir.

Pertamina secara rutin memperbarui daftar harga melalui laman resminya. Konsumen dapat mengecek harga sesuai provinsi masing-masing sebelum mengisi bahan bakar.

Peta Jalan Etanol dan Konteks Kebijakan Energi

Kenaikan harga BBM nonsubsidi terjadi di tengah persiapan pemerintah menyusun peta jalan bahan bakar campur etanol. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyiapkan skema tersebut, dengan target penerapan E20 mulai 2028.

Kebijakan etanol bertujuan mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil sekaligus mendorong pemanfaatan bahan baku dalam negeri. Namun, implementasinya masih menunggu kesiapan pasokan dan infrastruktur distribusi.

Bagi konsumen, kenaikan harga nonsubsidi membuat biaya operasional kendaraan pribadi dan armada niaga ikut terdampak. Pengguna yang selama ini mengandalkan Pertamax Turbo atau Dexlite perlu menghitung ulang anggaran bahan bakar bulanan.

Di sisi lain, harga Pertalite dan Bio Solar yang tidak berubah menjaga daya beli pengguna kendaraan bermotor dan sektor transportasi yang bergantung pada BBM subsidi. Pemerintah masih menahan penyesuaian kedua jenis bahan bakar tersebut meski beban subsidi terus menjadi sorotan dalam anggaran negara.

Pertamina belum mengumumkan apakah penyesuaian harga nonsubsidi akan berlanjut pada periode berikutnya. Perusahaan biasanya meninjau harga secara berkala dengan mempertimbangkan pergerakan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, dan kebijakan pemerintah.

Reporter: Galih